Beragam definisi tentang Al-Qur’an yang dipaparkan para ulama. Salah satunya menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada kepada Nabi Muhammad Saw. dan membacanya dinilai ibadah. Meski ringkas, namun, definisi ini memiliki cakupan makna yang sanagt luas. Dari definisi ini, setidaknya kita akan mengetahui beberapa informasi sebagai berikut:
Al-Qur’an adalah kalam Allah.
Hal
ini menunjukkan bahwa ia (Al-Qur’an) merupakan sabda
sang pecipta dan bukan ucapan Nabi Muhammad Saw. dan selainnya. Ia bukan kalam manusia, jin, atau
malaikat. Oleh karena ia adalah kalam
Allah, wajar jika isinya penuh dengan mukjizat yang tersebar dalam setiap
hurufnya, baik dari sisi bacaan, ketelitian redaksi, maupun isi kandungannya. Bahkan,
ada yang menyatakan bahwa Al-Qur’an itu ibarat berlian yang setiap sisinya
memancarkan cahaya.
Turun kepada Nabi Muhammad Saw
Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad Saw. Bukan kepada Nabi-nabi yang lain yang hidup sebelum Nabi Muhammad
Saw. Hal ini bertujuan agar ia benar-benar bisa menjadi pedoman dan petunjuk
bagi umat manusia dalam menjadi kehidupan. Hal yang perlu digarisbawahi bahwa
karena Nabi Muhammad Saw. adalah rahmat baga semesta alam, maka logis bila
Al-Qur’an pun juga demikian adanya. Buktinya, Al-Qur’an tidak hanya dikaji dan
diteliti oleh umat Islam saja. Banyak peneliti yang berasal dari luar Islam
yang berusaha memahami Al-Qur’an. Tak sedikit dari mereka yang akhirnya memeluk
Islam.
Membacanya dinilai ibadah
Al-Qur’an berbeda dengan kitab suci samawi yang lain dan
atau hadis. Membaca Al-Qur’an memiliki nilai ibadah, meski sang pembaca tidak
mengerti maknanya (yang terbaik adalah membaca dan mengerti maknanya serta
mengamalkan ajaran-ajarannya). Penulis memahami bahwa hal demikian akan membuat
para setiap muslim dekat dengan Al-Qur’an, karena disadari atau tidak, tidak
semua muslim memiliki kesempatan untuk memahami isi kandungan Al-Qur’an. Bahkan,
dalam sebuah hadis disebutkan, pahala membaca Al-Qur’an tidak dihitung dari
setiap kalimat atau surat, namun huruf.
Dari uraian di atas, kita bisa memahami bahwa ada tiga
bagian dalam definisi Al-Qur’an. Pertama, ia adalah kalam Allah, bukan yang
lain. Kedua, ia diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Dan ketiga, membacanya
memiliki nilai ibadah tersendiri bagi pembacanya.
Referensi:
Ar-Rumi, Fahd bin Abdurrahman bin Sulaiman, Dirāsāt fī ‘Ūlum al-Qur’ān,
Riyad: T.p, 2007.
‘Itr, Nuruddin, Ūlum al-Qur’ān al-Karīm, Damaskus: Maktabah Shabbak,
1996

Komentar
Posting Komentar