Selain nama AL-Qur’an, sejatinya ia memiliki banyak nama. Secara sekilas, memang nama-nama tersebut seakan tak memiliki arti. Namun, jika dipahami lebih dalam, nama-nama menunjukkan bahwa ia juga memiliki fungsi yang sesuai dengan arti artau makna tersebut. Beberapa nama tersebut, antara lain, adalah sebagai berikut:
Al-Qur’an
Nama ini merupakan nama yang paling banyak dikenal. Setidaknya
ada tiga pendapat menyangkut hal ini. Pertama, kata Al-Qur’an berasal dari kata
qa-ra-a yang berarti membaca. Kedua, kata ini berasal dari kata qa-ri-nah
yang berarti pasangan. Dan ketiga, berasal dari kata qa-ra-na, yang
berarti mengumpulkan.
Makna pertama (membaca) menunjukkan bahwa Al-Qur’an
memang suatu yang hendaknya dibaca, karena ia adalah bacaan. Penekanan dari
makna ini, agaknya adalah hendaknya selalu dibaca lengkap dengan segala pernak
perniknya (dipelajari dan dipahami isi kandungannya). Sedangkan dari makna
kedua (pasangan), kita memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an memiliki keterkaitan
satu dengan yang lain. Sehingga, tidak ada hal yang kontradiktif dalam Al-Qur’an.
Sedang dari penadapat ketiga (menggabungkan), kita bisa memahami bahwa ia
adalah kumpulan dari segala informasi.
Makna ini memberi penakanan bahwa adalah kitab adalah kitab yang lengkap
yang memuat banyak hal. Selain itu, ia juga memuat intisari dari kitab-kitab
samawi yang turun sebelum Al-Qur’an.
Al-Furqan
Al-Furqan adalah pembeda. Maksudnya adalah pembeda antara
yan benar dan salah. Isi kandungan Al-Qur’an merupakan uraian-uraian untuk
membedakan mana hal yang baik dan mana yang buruk, mana yang boleh dan tidak
boleh dikerjakan. Dengan demikian, seseorang yang mempelajari Al-Qur’an akan
terarah pola pikir dan tindakannya.
Adz-Dzikr
Makna Adz-Dzikr bisa menyebut, mengingat,
dan bahkan juga mengerjakan. Seseorang yang sering menyebut suatu hal
menunjukkan memang itu yang dia ingat. Atau agar selalu ingat dan tidak lupa,
cara paling mudah untuk dikerjakan adalah sering menyebutnya. Sedang terkait
makna ketiga (mengerjakan), kita sering mendengar pemakaian istilah itu dalam
kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika ada seorang yang memiliki penyakit tertentu
dan akan kambuh jika mengkonsumsi gula secara berlebihan, maka kita akan
menegurnya, “Ingat, kamu punya penyakit gula, lho!.” Ingat dalam kalimat
ini bukan berarti hanya mengingat menggunakan otak, namun harus disertai
tindakan, yakni meninggalkan gula.
At-Tanzil
Makna dari kata at-Tanzil
adalah suatu yang diturunkan. Maksudnya adalah Al-Qur’an adalah kitab suci yang
benar-benar wahyu dari Allah Swt, bukan karangan Nabi Muhammad Saw., sebgaimana
tuduhan beberapa pihak. Kita dapat berpendapat, bahwa karena ia wahyu yang
datang dari Allah Swt, maka wajar bila tak ada kesalahan sama sekali di
dalamnya. Dan kandungannya merupakan petunjuk yang berfungsi sepanjang kehidupan
umat manusia, dari saat pertama diturunkan sampai hari akhir kelak.
Empat nama di atas merupakan
sebagian dari sekian banyak nama dari Al-Qur’an. Sekali lagi, banyaknya nama
yang disandang Al-Qur’an menunjukkan bahwa betapa hebatnya kitab suci yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. tersebut.

Komentar
Posting Komentar