Langsung ke konten utama

Jomblo Itu Strong, Lho!


Ada yang mengatakan jomblo itu menyedihkan. Itu kata orang. Kalau kata aku beda. Jomblo itu bukan menyedihkan, namun mengenaskan. Hehe.
Entah dari mana kok ada kata itu. Setauku, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBIH) nggak ada tuh. Dalam kitab suci agama apapun juga tak ada. Kecuali kata yang mirip atau semakna dengannya, mungkin  ada.
Bagiku, jomblo adalah suatu keadaan dimana kita sendiri tanpa pasangan. Baik sendiri karena memang belum pernah punya ataupun sendiri ketika sudah punya namun kelihangan. Baik kehilangan pasangan pas masih pacaran atau kelihatan pas ketika sudah meikah. Kamu jomblo yang mana, Mblo?
Namun istilah jomblo, dewasa ini selalu dikaitkan dengan mereka yang masih muda, baru menginjak usia dewasa. Bukan orang tua kayak kamu, Mblo.  Rinngkasnya, jomblo ini khusus anak muda, yang tua nggak usah iri. Saya setuju dengan yang ini. kalau yang udah duda atau janda gimana? Ya termasuk lah, asalkan dia masih muda.  
Karena jomblo ini urusan anak muda, maka tak heran jika istilah jomblo ini selalu berkaitan dengan mereka yang masih sekolah, baik SMP, SMA, atau mereka yang sedang kuliah di kampus. Yang jelas jomblo is anak muda. Kalau yang tua, ya derita, lo.
Dari celotehku di atas, berarti jomblo juga nggak kalah tenar dengan biologi, matematika, atau kimia. Kata jomblo sudah se-familiar dengan mata pelajaran yang di-UAN-kan, iya kan?.
Oleh karena itu, ketika kamu jomblo berarti kamu terkenal. Jadi tenang aja bagi yang jomblo. Karena kamu pasti akan dikenal oleh semua makhluk di sekolah dan kampusmu, baik makhluk  kasar maupun makhluk halus. Wkwkwwk.
Buat kamu yang jomblo, jangan bersedih. Jangan menangis. Apalagi minum baygon, jangan. Ketika kamu ditakdirkan jomblo, berarti Tuhan sedang menyiapkan sesorang yang terbaik buat kamu. “Kok lama?,” udah nggak usah banyak nanya. Tuhan Mahatau apa yang terbaik buat kamu.
Ukuran jomblo bagi setiap orang juga beda-beda. Ada yang jomblonya sebentar. Ada yang agak lama. Ada yang jomblonnya tingkat dewa atau yang aku sebut jomblo akut. Kalau kamu menderitia kejombloan yang terkhir ini, aku saranakan segera pergi ke dokter. Periksa sana!. Heehee.
Buat kamu yang lagi belajar, terutama di kampus, kamu akan menjadi mahasiswa yanng ngetop berkat kejombloan kamu. Maka dari itu, bersyukurlah kepad Tuhan. Alhamdulillah. Mengapa? Karena ketika kamu jomblo, kamu tak kan sibuk balas chat lah, komen status di FB lah, stalking di Twittwr lah, yang jelas kamu akan selalu fokus pada pelajaran.
Kamu akan terbiasanya menyendiri, bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk buka buku dan belajar. Atau paling tidak menulis catatan harian di buku diary dengan judul besar, “Nikmatnya Menjomblo.”
Kamu juga akan menjadi mahasiswa yang palin sabar sekamupusmu. Bagaimana tidak, jangankan menunggu dosen yang terlambat datang 15 menit, menuggu jodoh 5 tahun aja kamu kuat. Jomblo memang is strog. Iya kan, Mblo? (Kamar 504 Asrama PTIQ. Pukul 06.00 WIB. 19/12/15)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...