Ada yang mengatakan jomblo itu menyedihkan. Itu kata orang. Kalau kata aku beda. Jomblo itu bukan menyedihkan, namun mengenaskan. Hehe.
Entah dari mana kok ada kata itu.
Setauku, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBIH) nggak ada tuh. Dalam kitab
suci agama apapun juga tak ada. Kecuali kata yang mirip atau semakna dengannya,
mungkin ada.
Bagiku, jomblo adalah suatu
keadaan dimana kita sendiri tanpa pasangan. Baik sendiri karena memang belum
pernah punya ataupun sendiri ketika sudah punya namun kelihangan. Baik kehilangan
pasangan pas masih pacaran atau kelihatan pas ketika sudah meikah. Kamu jomblo
yang mana, Mblo?
Namun istilah jomblo, dewasa ini
selalu dikaitkan dengan mereka yang masih muda, baru menginjak usia dewasa.
Bukan orang tua kayak kamu, Mblo.
Rinngkasnya, jomblo ini khusus anak muda, yang tua nggak usah iri. Saya
setuju dengan yang ini. kalau yang udah duda atau janda gimana? Ya termasuk
lah, asalkan dia masih muda.
Karena jomblo ini urusan anak
muda, maka tak heran jika istilah jomblo ini selalu berkaitan dengan mereka
yang masih sekolah, baik SMP, SMA, atau mereka yang sedang kuliah di kampus.
Yang jelas jomblo is anak muda. Kalau yang tua, ya derita, lo.
Dari celotehku di atas, berarti
jomblo juga nggak kalah tenar dengan biologi, matematika, atau kimia. Kata
jomblo sudah se-familiar dengan mata pelajaran yang di-UAN-kan, iya kan?.
Oleh karena itu, ketika kamu
jomblo berarti kamu terkenal. Jadi tenang aja bagi yang jomblo. Karena kamu
pasti akan dikenal oleh semua makhluk di sekolah dan kampusmu, baik
makhluk kasar maupun makhluk halus. Wkwkwwk.
Buat kamu yang jomblo, jangan bersedih.
Jangan menangis. Apalagi minum baygon, jangan. Ketika kamu ditakdirkan jomblo,
berarti Tuhan sedang menyiapkan sesorang yang terbaik buat kamu. “Kok lama?,”
udah nggak usah banyak nanya. Tuhan Mahatau apa yang terbaik buat kamu.
Ukuran jomblo bagi setiap orang juga
beda-beda. Ada yang jomblonya sebentar. Ada yang agak lama. Ada yang jomblonnya
tingkat dewa atau yang aku sebut jomblo akut. Kalau kamu menderitia kejombloan
yang terkhir ini, aku saranakan segera pergi ke dokter. Periksa sana!. Heehee.
Buat kamu yang lagi belajar,
terutama di kampus, kamu akan menjadi mahasiswa yanng ngetop berkat kejombloan
kamu. Maka dari itu, bersyukurlah kepad Tuhan. Alhamdulillah. Mengapa? Karena ketika
kamu jomblo, kamu tak kan sibuk balas chat lah, komen status di FB lah,
stalking di Twittwr lah, yang jelas kamu akan selalu fokus pada pelajaran.
Kamu akan terbiasanya menyendiri,
bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk buka buku dan belajar. Atau paling tidak
menulis catatan harian di buku diary dengan judul besar, “Nikmatnya Menjomblo.”
Kamu juga akan menjadi mahasiswa
yang palin sabar sekamupusmu. Bagaimana tidak, jangankan menunggu dosen yang
terlambat datang 15 menit, menuggu jodoh 5 tahun aja kamu kuat. Jomblo memang is
strog. Iya kan, Mblo? (Kamar 504 Asrama
PTIQ. Pukul 06.00 WIB. 19/12/15)
Komentar
Posting Komentar