Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Terimakasih, Inul!

Artis yang terkenal dengan goyang ngebornya, Inul Daratista, baru-baru ini menyatakan ketidaksetujuannya terhadap sosok ulama orang yang ia sebut pakai sorban dan mojok main skype seks dengan seorang perempuan. Entah siapa yang sebenarnya ia maksud dengan sosok bersorban itu. Yang jelas, dapat dipastikan ia sedang menyindir oknum ulama yang ia nilai telah melanggar norma-nomra agama sehingga ia tak pantas dijadikan panutan. Beberapa hari lalu memang ada berita terkait oknum ulama yang melakukan chat seks dengan seorang perempuan. Entah berita itu asli atau hoax. Yang jelas, saya tak mengetahui apakah sosok yang disebutkan Inul itu ada atau hanya fiktif. Pernyataan yang dilontarkan artis dari Jawa Timur itu menuai banyak protes dari berbagai kalangan. Ada yang menyatakan bahwa Inul telah mengina ulama sehingga ia layak untuk diprotes atau diboikot. Ini saya lihat dari status beberapa teman media sosial Facebook. Di awal saya jelaskan bahwa berita tentang adanya chat seks itu masih simpa...

Ternyata Dia yang Engkau Benci

Dari sekian banyak teman di akun FB saya, ada salah seorang yang sangat aktif menanggapi segala apa yang terjadi di negeri ini lewat tulisan-tulisan yang diposting di akun FB-nya. Sedari awal, sebelum ada gonjang-ganjing penistaan agama ini, sejauh pengamatan saya, ia juga selalu aktif mengkrtitik kebijakan pemerintah. Ormas-ormas keislaman juga tak luput dari kritikannya. Bahkan ia juga tak segan-segan   mengkritik ormas yang ia ikuti sendiri: NU. Namun, beberapa dari tulisannya, ia kadang juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan ormas-ormas yang ia nilai baik dan sesuai dengan kehendak hatinya. Tapi untuk apresiasi kepada pemerintah, saya belum pernah menemukannya. Bahkan jauh sebelum terpilihnya presiden RI periode ini, Joko Widodo (Jokowi), ia kelihatan sekali kekurangsetujuannya dengan Jokowi. Sedari awal memang bergitu. Jadi, sangatlah wajar jika sampai saat ini ia sangat tidak suka dengan kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan pemeintah saat iini. Teman saya yang satu ini...

Mari Belajar dari Sopir Angkot yang Satu Ini!

Menjelang maghrib Jumat kemarin, seorang teman meminta saya untuk datang ke tempat tinggalnya di daerah Pondok Cabe. Karena posisi saya di Pondok Labu, sehingga untuk ke sana via angkot hanya bisa dilalui dengan 2 (dua) cara: (1) angkot yang laungsung Pondok Labu-Pondok Cabe atau (2) Pondok Labu-PDK kemudaian naik angkot PDK-Pondok Cabe. Durasi waktu yang paling cepat yang dibutuhkan untuk sampai ke Pondok Cabe sebenarnya angkot pertama. Tapi saya tidak memilih angkpt ini karena armadanya yanga sangat sedikit. Sehingga untuk menunggu angkot ini, saya harus menghabiskan waktu yang lumayan panjang. Bahkan dulu, saya pernah menunggu hampir satu jam lamanya. Juga, saat kemarin itu sudah malam, otomatis sangat langka lagi angkot yang beroperasi. Satu-satunya cara yang bisa ditempuh adalah angkot nomer dua, yaitu transit ke PDK. Kebetulan kameran ada seorang teman yang sedang main di tempat saya di Pondok Labu yang saat itu juga ia akan pulang dengan melewati PDK, akhirnya saya berinisiatif ...