11. Hud
Surat ini banyak berbicara tentang kisah Nabi Huda as. Meski di surat-surat lain juga disebutkan kisah tentang Nabi Hud as., tapi tidak sebanyak yang dikisahkan dalam surat ini. Tema utama surah ini, menurut al-Biqâ‘i, adalah menjelaskan tentang betapa al-Qur’an merupakan kitab yang sangat teliti serta rapi susunannya juga terperinci dalam peringatan dan berita gembiranya.
Allah swt. yang menurunkannya telah menempatkan segala
sesuatu pada tempat yang sebaikbaiknya serta menetapkan pelaksanaannya sesuai
kebesaran dan kekuasaan-Nya. Yang paling tepat untuk menunjuk tema itu adalah
kisah Hûd yang mengandung ketetapan tentang berita gembira dan peringatan
duniawi dan ukhrawi.
12. Yusuf
Kisah Nabi Yusuf as. dijelaskan dengan sangat lengkap
dalam surat ini. Bahkan, hanya kisah ini yang dijelaskan secara utuh dalam
Al-Qur’an. Setiap episodenya memberikan pengetahuan danp Pelajaran bagi
pembacanya.
Tujuan utama surah ini, menurut al-Biqâ‘i, adalah untuk
membuktikan bahwa kitab suci al-Qur’an benar-benar adalah penjelasan menyangkut
segala sesuatu yang mengantar kepada petunjuk, berdasar pengetahuan dan kekuasaan
Allah swt. secara menyeluruh—baik terhadap yang nyata maupun yang gaib. Nah,
kisah surah ini adalah yang paling tepat untuk menunjukkan tujuan yang
dimaksud.
13. Ar-Ra’d (Guruh)
Tujuan utama surah ini adalah uraian tentang sifat al- Qur’an
yang penuh dengan kebenaran dan yang dapat memberi pengaruh positif yang lahir
dari kalimat-kalimatnya yang sangat jelas dan, dengan “suaranya” yang gamblang,
ia dapat melahirkan rasa takut dan gentar bagi siapa yang mau melihat, walau
terkadang juga tidak memberi pengaruh bahkan menjadi sebab kesesatan dan
kebutaan—bagi yang enggan.
Nama yang paling tepat untuk tujuan itu adalah Guruh karena
guruh merupakan suatu kenyataan dan hak yang didengar oleh yang buta dan yang
melek serta oleh siapa pun yang menampakkan diri atau yang bersembunyi. Ia juga
dapat disertai oleh kilat dan hujan dan dapat juga tidak. Hujan pun kalau turun
dapat memberi manfaat jika tanah yang dihujaninya subur dan bisa juga tidak
bermanfaat jika yang disiraminya adalah tanah yang gersang. Demikian al-Biqâ‘i mengemukakan
tema surah dari kata guruh yang merupakan satu-satunya nama yang
disandangnya.
14.
Ibrahim
Tema utama uraian surah ini adalah Tauhid serta uraian
tentang kesempurnaan kitab suci al-Qur’an yang mampu mengantar ke hadirat Ilahi
melalui penjelasan-Nya tentang ash-shirâth, yakni jalan luas dan lebar
yang mengantar ke sana.
15. al-Hijr (Gunung al-Hijr)
Tidak ditemukan nama lain dari surah ini kecuali al-Hijr
yaitu wilayah pemukiman kaum Tsamûd yang dikenal juga dengan Madâ’in
Shâlih yang terletak pada jalur Khaibar menuju Tabûk di Saudi Arabia.
Penamaan lokasi itu dengan al-Hijr yang antara lain berarti larangan,
boleh jadi disebabkan ia terlarang dihuni oleh siapa pun selain kaum Tsamûd.
Tema utama dan tujuan uraian surah ini menggambarkan
ketinggian kandungan kitab suci al-Qur’an yang dengan gamblang menjelaskan kebenaran.
Makna ini sejalan dengan nama al-Hijr yang kisahnya demikian jelas apalagi bagi
yang mendengar atau melihat peninggalan mereka, lebih-lebih bagi suku Quraisy.
Demikian al-Biqâ‘i menghubungkan tema utama surah ini dengan namanya.
16. an-Nahl (Lebah)
Tujuan pokok dan tema utama surah an-Nahl adalah membuktikan
kesempurnaan kuasa Allah dan keluasan ilmu-Nya, dan bahwa Dia bebas bertindak
sesuai kehendak-Nya lagi tidak disentuh oleh sedikit kekurangan pun. Yang
paling dapat menunjukkan makna ini adalah sifat dan keadaan an-Nahl, yakni
“lebah” yang sungguh menunjukkan pemahaman yang dalam serta keserasian yang
mengagumkan antara lain dalam membuat sarangnya. Demikian juga dengan
pemeliharaannya dan banyak lagi yang lain seperti keanekaragaman warna madu
yang dihasilkannya serta khasiat madu itu sebagai obat padahal sumber makanan
lebah adalah kembang dan buah-buahan yang bermanfaat dan juga yang berbahaya.
17. Al-Isra
(Perjalanan Malam)
Tema utama surah ini adalah ajakan menuju ke hadirat
Allah swt., dan meninggalkan selain-Nya, karena hanya Allah Pemilik perincian
segala sesuatu dan Dia juga yang mengutamakan sesuatu atas lainnya. Itulah yang
dinamai taqwa yang batas minimalnya adalah pengakuan akan Tauhid/Keesaan
Allah swt. yang juga menjadi pembuka surah yang lalu (an-Nahl) dan puncaknya
adalah ihsân yang merupakan penutup uraian surah an-Nahl. Ihsân mengandung
makna fanâ’, yakni peleburan diri kepada Allah swt.
18. al-Kahf
(Gua)
Tema utama surah ini adalah menggambarkan betapa
al-Qur’an adalah satu kitab yang sangat agung karena al-Qur’an mencegah manusia
mempersekutukan Allah.
19.
Maryam
Tema utama surah ini adalah penjelasan tentang cakupan
rahmat dan limpahan karunia Allah swt. atas semua makhluk-Nya, yang pada
gilirannya membuktikan bahwa Allah swt. menyandang semua sifat sempurna serta
berkuasa menciptakan hal-hal yang ajaib sehingga terbukti pula kekuasaan-Nya
membangkitkan manusia setelah kematian mereka. Di samping itu, terbukti pula
kemahasucian-Nya dari anak dan sekutu karena siapa yang telah terbukti keluasan
kekuasaan-Nya dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya, pasti Dia tidak membutuhkan
anak.
20.
Thaha
Tujuan utama surah ini adalah penyampaian tentang penangguhan
jatuhnya ancaman terhadap masyarakat Mekkah yang diajak beriman oleh Nabi
Muhammad saw. Ini sebagai tambahan penghormatan kepada beliau guna menunjukkan
betapa kasih Allah bagi siapa saja yang bertakwa sejalan dengan apa yang
diisyaratkan oleh uraian akhir surah yang lalu yang berbicara tentang janji
Allah melimpahkan dan menanamkan kasih sayang kepada siapa yang bertakwa.
Nama-nama surah ini menggambarkan dan mengisyaratkan tujuan itu.

Komentar
Posting Komentar