Langsung ke konten utama

Alhamdulillah Aku di Pesantren


Inilah Salah Satu Kegiatan Pesantren Yang Selalu Menunjukkan Kebersamaan


Remaja merupakan tingkatan dalam sebuah kehidupan yang bisa dikatakan sebagai titik paling rawan. Coz, ia (remaja, red) sedang mengalami masa-masa pubertas. Dalam masa pubertas ini biasanya mereka mengalami perubahan dalam hidupnya, mulai dari gaya hidup, perasaan, dan bahkan psikologinya. Mereka selalu ingin diperhatikan, ingin tampil beda, dan selalu ingin mencoba. Namun yang tak kalah penting mereka ingin sekali mencintai dan dicintai. Memang sih, kalo’ berbicara masalah cinta, memang setiap insan yang bernyawa pasti pernah merasakan suatu perasaan yang biasa di lambangkan dengan lambang hati ini.
“Kalau Cinta Sudah Melekat, Tahi Kucing Rasa Cokelat” mungkin itu pepatah yang pas untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sedang kasmaran. Cinta memang tak bisa di paksa, kalo’ ngga’ cinta ya ngga’, sebaliknya, kalo’ cinta sudah bersemayam dalam dada, apapun hambatannya pasti akan di terjang dan di hadapi, seberat apapun itu, walaupun gunung pasti akan di daki, dan lautan pun akan di seberangi, cieh, puitis banget………
Namun di zaman yang serba modern ini, kebanyakan muda mudi salah dalam mengexpresikan cinta, menurut mereka cinta harus selalu dengan ciumanlah, dengan pelukanlah, dengan inilah, dengan itulah pokoknya dengan yang menjadi laranganlah. Apalagi saat ini perkembangan teknologi dan komunikasi semakin canggih, kalo’ keadaan yang seperti ini tidak di imbangi dengan pendidikan moral bagi mereka (muda-mudi, red), mau jadi apa bangsa kita kedepan. Akibatnya, disana sini pergaulan semakin bebas, malah sudah tidak jarang putra putri bangsa yang pernah melakukan free sex yang pada akhirnya menyebabkan banyak kaum hawa yang hamil tanpa suami sehingga anak lahir bi ghoiri abin. Apakah ini yang dinamakan cinta sebenarnya? Tentu bukan dong…… malah menurut seorang peniliti, 50 % anak SMA yang berada di kabupaten Banyuwnagi sudah tidak perawan lagi, subahanallah.
Untung apabila laki-lakinya mau bertanggung jawab, lha kalo’ tidak, kasihan dong tu ceweknya. Bagi yang bertanggung jawab, ya langsung nikah. Akibatnya mereka menikah belum pada waktunya, alias terjadilah pernikahan dini. Wah sepertinya seru banget tuh prennnn……..
Kebanyakan yang terjadi di masyarakat, mereka-mereka yang menjalankan pernikahan dini, tak sedikit di tengah-tengah mahligai rumah tangganya, mereka mendapat kendala. Malah ada yang nekat cerai segala prennn…., subhanallah. Udah dulu masalah cintanya……….
Disamping itu (selain cinta), biasanya mereka selalu ingin mencoba, ya kalo’ yang di coba itu bukan larangan agama, lha kalo’ larangan agama, gimana coba? Bisa rusak tuh mereka, na’udzubillah min dzalik…..
Mereka rela mengorbankan masa depan mereka hanya untuk memenuhi kenginginan mereka dalam hal coba mencoba ini, ada yang coba rokok, ada yang free sex, malah ada yang mencoba make’ narkoba, biyuh-biyuh…. Padahal sudah jelas kan bahwa narkoba itu banyak mudlorotnya. Mulai dari kesehatan, psikologi, dah yang paling penting, itu kan larangan agama, betul ngga’?. Malah menurut sebuah penelitian, kebanyakan penyebab terbesar penyalahgunaan obat-obat terlarang yang dilakukan oleh para remaja ini ialah karena mereka coba-coba. Inilah sebagian dampak negatif masa pubertas remaja kalo’mereka tidak tahu menahu masalah agama.  
Alhamdulillah, kita semua ada di pesantren yang setiap hari dikenalkan dengan ilmu agama. Sehingga kita mana yang haram dan mana yang halal, mana yang boleh ban mana yang ngga’. Memang hanya pesantrenlah yang akan dapat menyelamatkan generasi bangsa kita, dan menurut sejarah pesantrenlah yang ternyata menjadi lembaga pendidikan tertua di dunia. Kalo’ di bandingkan, memang tak ada lembaga pendidikan yang sampai detik ini bisa menandingi pesantren. Ada beberapa keunggulan pesantren yang tidak di miliki oleh lembaga penididikan lain, yaitu :
01.   Di pesantren selalu ada yang mendoakan kita. Ini jelas berbeda dengan di luar sana, jangan mendoakan kita, mereka (para tenaga pengajar, red) mendoakan diri mereka sendiri aja jarang, ngga’ pernah malah.
02.   Selalu ada yang bisa kita jadikan suri tauladan, entah itu para kiai, ustad, atau bahkan teman.
03.   Selalu ada yang mau mengingatkan kita tat kala kita salah, entah itu dewan keamanan, teman ataupun yang lainnya.
So, bersyukurlah ada di pesantren……….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...