Langsung ke konten utama

Labbaikallahumma Labbaik

Ka'bah Sebagai Kiblat Mmat Muslim Sedunia
Perasaan merinding dan bahagia saya rasakan saat saya membaca tulisan teman saya di salah satu blog di internet. Ia (teman saya) mengatakan dalam tulisannya itu bahwa ia akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini, apalagi ia berangkatnya dari perantauan. Karena memang saat ini ia sedang tholab al ‘ilm di universitas Al Azhar Kairo Mesir, sebuah universitas terbesar di dunia. Dalam benak saya langsung terlintas rasa syukur yang tak terhingga –karena salah satu teman saya akan segera menunaikan rukun islam yang kelima itu- dan sebuah roja’ (harapan) “semoga saya bisa mengikuti jejaknya untuk menunaikan satu rukun penyempurna keislaman seseorang itu”. Labbaikallahumma labbaik……
Haji adalah rukun islam paripurna yang pasti sangat di damba-dambakan seorang muslim. Ia (haji) itu sebuah misteri yang di rahasiakan Allah SWT, dalam artian belum tentu semua orang bisa menunaikannya, yang kaya belum tentu bisa dan juga yang miskin belum tentu tidak bisa, karena haji itu adalah panggilan Allah SWT. Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus rajin-rajin berdo’a kepada-Nya agar keinginan kita untuk berhaji ke baitullah itu bisa terlaksana, amin.
Dalam realitasnya, haji memang sebuan perpaduan (kombinasi) antara takdir Allah SWT dan usaha manusia, yang antar keduanya tidak bisa di pisahkan. Jadi selain secara lahir, usaha secara batin juga kita harus kita kerjakan.
Secara historis, pelaksanaan ritual ibadah haji di mulai pada zaman nabi Ibrahim as dan seiring dengan perkembangan zaman telah di sempurnakan oleh nabi Muhammad SAW. Dalam prakteknya, segala bentuk kegiatan haji merupakan sebuah gambaran atas apa yang telah di keerjakan oleh orang-orang terdahulu dan juga sesuatu yang kelak akan kita jalani di akhirat. Semisal :
* Sa’i, merupakan salah satu rukun haji yang di lakukan dengan cara lari-lari kecil antara bukit shafa dan marwa sebanyak tujuh kali, yang bermula dari shafa dan berakhir di marwa. Ini merupakan gambaran dari apa yang telah di lakukan oleh siti hajar (istri nabi Ibrahim as) dalam mencarikan air untuk anaknya tercinta, nabi isma’il as yang pada akhirnya beliau bersama nabi isma’il telah menemukan air zam-zam.
* Wuquf di arafah, satu rukun haji dengan cara berdiam diri di tanah arafah. Dan malah rukun ini merupakan rukun penentu keafsahan haji seseorang. Semua orang dari penjuru dunia tumplek blek jadi satu di tempat yang sama, yaitu padang arafah dengan hanya mengenakan paikan ihram yang apa adanya. Jadi siapapun tidak boleh meninggalkannya. Kegiatan wuquf merupakan suatu gambaran atas apa yang akan kita hadapi kelak di hari kiamat, dimana semua orang akan menghadap sang pencipta alam semesta Allah SWT dengan tidak membawa apa-apa kecuali iman dan taqwanya ketika hidup di dunia.
* Serta masih banyak lagi contoh yang lainnaya, yang sepertinya tidak bisa dituliskan di sini.
Mungkin hanya ini yang bisa saya tuliskan, semoga Allah SWT menakdirkan kita semua bisa menuanaikan rukun islam yang kelima ini, amin.
Sekian dan Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...