Masjid Al Azhar dengan segala kemegahannya
“Akhirnya, apa yang ku cita-citakan tercapai, rasa ingin belajar di negeri piramida, negeri nabi yusuf itu terpenuhi” itu yang selalu terlintas dalam hatiku hari ini. Bahagia, senang, bangga selalu menyelimuti perasaanku. Perjalanan menuju penginapan selalu aku ingat. Bangunan yang besar berjejer di pinggir jalan, gedung-gedung pencakar langit berderet menghiasi indahnya panorama siang hari di negeri spinx ini. Dengan mengendarai mobil pick up ku lihat pemandangan yang berbeda dengan di indonesia. Namun setelah beberapa saat ku menyusuri jala-jalan bear itu, ternyata ada yang aneh dengan keadaan di negara itu. Ku lihat sesuatu yang sama dengan di tanah air indonesia, ku lihat ada warung nasi yang bertuliskan “Warung Bu Fatimah”, langsung ku ambil kesimpulan bahwa itu waarung milik orang indonesia, satu lagi, ku lihat ada toko besar, tpi aku tak tau pasti toko apa itu, toko material bangunan atau dealer motor, toko itu bertuiliskan “PONOROGO”, juga langsung terlintas dalam pikiranku, “ow, berarti itu toko miliknya orang ponorogo”. Seketika aku ingat perkataan salah satu temanku waktu masih di tanah air, “mesir itu sama kok dengan indonesia”, ada temanku yang lain yang berkata “di mesir itu kebanyakan mahasiswanya dari indonesia”. Setelah beberapa aku menjalani perjalanan yang lumayan jauh, akhirnyaaku sampai juga di penginapan yang aku tuju, penginapan yang telah di siapkan oleh orang yang membantu keberangkatanku ke mesir.
Besambung......
Komentar
Posting Komentar