Langsung ke konten utama

Mbongkar, Sowan Dulu

Al Mujahidin tampak halaman belakangnya (dapur) (foto: MedIS)

Seperti yang sudah dijadwalkan, Jumat ini (03/12) Asrama Al Mujahidin mulai mbongkar. Untuk mengawali pembongkaran asrama hafidhan itu, semalam warga Asrama Al Mujahiddin sowan bersama ke salah satu dewan pengasuh. “Dengan tujuan minta barokah doa agar pembangunan ini bisa berjalan lancar dan seluruh pekerjanya mudah-mudahan diberi keselamatan oleh Allah SWT,” ujar salah satu warga Al Mujahidin.
Pemindahan barang-barang sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu, mulai dari baju, meja, almari, dan seluruh inventaris asrama. Lantas kemana dipindahkan? Untuk sementara waktu, warga asrama al mujahidin diungsikan ke asrama khulusunnajah. Ini adalah hasil keputusan rapat bersama kabid Kepesantrenan, pengurus pesantren, dan seluruh warga Al Mujahidin. “Asrama ini (Khulusunnajah) dipilih karena lokasinya yang memang berdekatan dengan Al Mujahidin, yang secara otomatis akan mempermudah proses pengumpulan seluruh warga asrama apabila dibutuhkan, semisal ro’an,” ujar Kang Zaenal beralasan.
Dia menambahkan, pembangunan asrama ini sebenarnya sudah direncanakan sekitar dua tahun lalu, namun sempat tertunda karena ada berbagai pertimbangan. “Mogo-mogo pembangunan asramane lancar, ben ndang iso nderes maneh neng asrama (mudah-mudahan pembangunan asramanya lancar, agar cepat bisa tadarrus lagi di asrama)” imbuh warga yang menempat di kantor ini. Rencananya, pembangunan ini akan diselesaikan dalam waktu kurang lebih 2 bulan. 
Rencananya pembongkaran ini hanya dilakukan pada bagian asrama depan saja. Namun tidak semua bangunan asrama dibongkar, hanya atap dan tembok bagian depan saja. Untuk itu, seluruh warga diminta menyumbangkan tenaganya untuk ikut pembongkaran. “Jumlahnya sekitar 30 orang,”  terang salah satu warga asrama yang berada di timur jalan ini. Dalam rencana itu juga, asrama yang diketuai oleh Ustad Abdul Aziz ini akan dirubah bagian atapnya. Di bagian atap itu yang nantinya digunakan untuk jemuran. Sehingga jemuran bukan lagi ada di depan asrama al mujahidin, tapi ada di atasnya. Untuk lantai sendiri, rencananya akan diganti dengan keramik. Menurut salah satu sumber, awalnya, asrama yang dulu bernama P2SP (persatuan santri sekitar pondok) ini akan tetap memakai genteng, tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya memilih model cor. (cacatan kang huda)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...