Kampus Al Azhar sebagai pusat pembelajaran
Alhamdulillah, teryata aku sepenginapan dengan Bisri Ihwan, temanku dari Indonesia yang menjadi insipiratorku dalam segala bidang selama ini. Ku berpelukan dengannya, pelukan rindu seorang sahabat. Aku juga bertemu dengan teman-temanku dari indonesia yang lain. Rumhnya tak terlalu besar, juga tak terlalu mewah, kalau aku boleh berpendapat, rumah itu seperti rumah orang desa.
Mendengar kedatanganku, teman-temanku yang lain, yang tempat kosnya berdekatan dengan tempat kosnya cak bis (panggilan bisri ihwan saat di pesantren dulu)..
Salah satu teman berkata kepadaku, “nginep di rumah(kis-kosan)ku aja”. Setelah ku pikir-pikir, akhirnya ku menjawab pertanyaan itu, “ngga’ kang”. “Ku ingin selalu bersama cak bis, karena ku yakin dia bisa membimbingku dan aku berharap bisa meniru kebiasaan baiknya, terutam dalam hal tulis menulis, karena dia sangat suka menulis”. Pikirku saat itu.
Tiba-tiba ada satu hal yang spertinya mengganjal benakku. Aku terkejut ketika aku tahu bahwa aku hanya membawa unag 300 ribu rupiah, aku cari terus uang disaku baju dan di tas, berharap ada uang terselip di sana. Tenyata, usahaku sia-sia, aku hanya menemukan tumpukan uang kecil yang kira-kira jumlahnya sekitar 50 ribu. Langsung terlantas dalam fikirku, “apa cukup uang 350 ribu ini untuk ku buat bekal hidup di negeri mesir ini, toh aku belum tahu jelas berapa harga kebutuhan pokoknya, yang jelas mahal” kata-kata yang aku fikirkan.
Langsung, terpikir olehku satu jalan keluar untuk menghubungi keluargaku di indonesia. Inginku ambil handpone, eh ternyata HP ku tertinggal di kantor keamanan sebuah pesantren tempat ku menuntut ilmu dulu. Bingung, cemas jadi satu.
Kemudian aku terbangun dari tidurku, ku lihat jam dinding yang terpampang di tembok kamar R 03, jam sudah menunjukkan pikil 13.50 WIS. Eh, ternyata kejadian yang aku alami tadi hanya sebuah mimpi.
Hikmah
Astaghfirullah, Alhamdulillah, Subhanallah.......
Astaghfirullah : karena aku sangat terkejut dengan masalah dalam mimpiku tadi, masak ke mesir hanya bawa uang 350 ribu, nggak bawa HP lagi.....
Alhamdulillah : karena kejadian itu hanya mimpi, bukan kejadian nyata.
Subhanallah : itu semua adalah kebesaran Allah SWT yang bis amenjadikan segala sesuatu, termasuk mimpiku tadi.
Seolah-olah itu adalah kenyataan yang aku alami. Menimba ilmu di mesir adalah keinginanku, cita-cita untuk menelusuri negeri nabi yusuf itu sudah teranam dalam hatiku sejak dulu.
Ya Allah, jika mesir merupakan tempat yang pantas bagiku tuk ku mencari ilmu, mudahkanlah ya robb. Tapi jika tidak, tunjukkan bagiku mana yang terbaik, ku ingin menimba ilmu di luar negeri.
Egypt, Wait Me.....
Komentar
Posting Komentar