Jangan sampai lelahmu tak
bertuan, Nak!
Jangan sampai lelahmu tak
bertuan, Nak!. Itu bukan duniamu. Aku yakin, masih banyak dunia yang bisa dan
mau disinggahi oleh manusia sepertimu. Sungguh, aku tak berdusta.
Semua orang punya dunianya sendiri-sendiri.
Dan inilah yang harus engaku sadari. Jangan sampai engkau sibuk dengan sesuatu
yang bukan duniamu!.
Kasiah lelahmu, kasihan pula tenaga,
waktu, dan tentunya: hidupmu. Janganlah kamu buang semua itu dengan sia-sia.
Bukahkah tanda seorang muslim sejati adalah mau meninggalkan sesuatu yang tak
berguna baginya?.
Yakinlah!, Tuhan memberimu
kesempatkan untuk singgah di duniamu yang saat ini, yakni, dunia yang telah dan
sedang engkau singgahi, bukan tanpa tujuan. Namun, sayangnya, engkau tak tau. Atau,
bisa jadi engkau belum yakin. Maka dari itu, carilah sesuatu yang bisa
meyakinkanmu tentangnya!.
Atau, bisa jadi juga, engkau
sudah menemukan dan yakin dengan duniamu, tapi engkau tak mau bersyukur. Engaku
masih tergiur dengan dunia orang lain.
Ingat!, dunia yang sekarang
engkau singgahi, tak kalah lebih menarik daripada dunia kawan-kawanmu di sana. Bisa
jadi, dunia yang sekarang engkau singgahi ini adalah dunia yang sebenarnya
diminati kawan-kawanmu. Yang perlu engkau lakukan sekarang adalah menekuni
duniamu. Membangun rumah megah di sana. Menyiapkan segalannya. Termasuk,
bagaimana adab dan sopan santumu kepada “Sang Pemilik Tanah.”
Engaku harus selalu menempati
rumahmu itu. Jangan engkau tinggal lagi. Sudahlah, Aku ingatkan sekali lagi,
itulah duniamu. Yang di seberang sana itu bukan. Itu dunia mereka yang memang
layak, berhak, dan mampu menempati. Duniamu bukan itu.
Kalau engaku mau menyinggahinya
dengan setulus hati, engkau akan menemukan ketentraman jiwa.
Yang engkau perlukan adalah
merubah pola pikirmu agar engkau bangga dengan dunia yang “sementara” engkau siggahi
ini. Aku katakan begitu, karena dalam pengamatanku, engkau tak tulus
menempatinya. Sudahlah, tuluslah dalam duniamu!. Tinggalkan yang lain!.
Ingat, engaku bukan malaikat. Jumlahmu
satu. Engaku tak bisa menempati banyak rumah dalam waktu yang bersamaan.
Rumahmu satu. Duniamu satu.
Jangan sampai lelahmu tak bertuan,
Nak!
Jakarta Selatan, Sabtu malam Minggu,
13 Pebruari 2016
18.19 WIB, kala adzan Maghrib berkumandang.
Komentar
Posting Komentar