Langsung ke konten utama

Resume Kajian Prof. Dr. Quraish Shihab, M.A., 3 September 2016







Idul fitri merupakan perayaan
peletakan batu pertama untuk ajaran Islam. Mengingat pada bulan sebelumnya
yakni bulan Ramadlan turun wahyu pertma (QS. al ‘Alaq: 1-5). Sementara Idul
adha menjadi peletakan batu terakhir ajaran Islam. Pada hari raya itu, yakni
pada waktu pelaksanaan ibadah haji, ada sebuah ayat yang dinilai oleh sebagian
ulama sebagai ayat terakhir yang diturunkan (اليوم أكملت لكم).







Para ulama tersebut, memilih ayat
tersebut sebagai ayat yang terakhir turun lantaran saking kuatnya pesan ayat
dalam menggambarkan seakan-akan ia adalah ayat terakhir yang diturunkan
(penyempurnaan agama). Sementara itu, terdapat ulama lain yang meyakini adanya
ayat lain yang turun selamasa masa jeda antara 9 Dzulhijjah sampai wafatnya
Nabi. Mereka memilih ayat واتقوا يوما ترجعون فيه  sebagai ayat terakhir yang turun. Ini juga
didasarkan pada asumsi bahwa ayat اليوم أكملت لكم
hanya bagian daripada sebuah ayat. Selain itu, ia juga diapit oleh ayat tentang
makanan. ini memunculkan kesan adanya ketidakpasan jika ayat tersebut
benar-benar menyatakan kesempurnaan agama. Untuk mengkompromikan keduanya
muncullah pendapat bahwa ayat اليوم أكملت لكم merupakan ayat
terakhir yang turun terkait hukum. Sementara ayat واتقوا يوما ترجعون فيه 
adalah yang terakhir turun berkaitan dengan nasihat.





Namun demikian, terdapat hubungan
antara makanan dengan agama dalam QS al Maidah: 3 adalah:


1.            Makanan punya pengaruh pada jiwa manusia, misal minum
khamr. Pelanggaran umat terdahulu (misalnya Bani Israil; حرمنا عليهم طيبات أحلت لهم) terhadap ketentuan
Tuhan dalam hal makanan bisa berakibat pada diharamkannya makanan tersebut oleh
Allah langsung. Sedangkan pelanggaran umat Islam terhadap ketentuan ini, maka
dokter-lah yang akan mengharamkannya demi kesehatan.


2.            Menerjang larangan atau mengkonsumsi memakanan yang
diharamkan bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam. Hal ini bisa dipahami
melalui kalimat ذكم فسق (hal itu – yakni
memakan yang diharamkan – merupakan sebuah kefasikan). Fasik secara bahasa
adalah terkelupas kulitnya.





Sayyid Quthb: banyak orang yang
melihat ajaran agama setengah-setengah. Mereka lebih banyak mengaitkan
keharaman terhadap makanan. Allah menyempurnakan ajaran agama dengan makanan
adalah agar mereka sadar bahwa agama adalah satu kesatuan. Tidak ada perbedaan
antara akidah, syariat dan akhlak sehingga tercapailah  ادخلوا في السلم
كافة
.





Pendapat ulama terkait turunnya
ayat:


1.            Ada surat yang ayatnya turunnya berangsur-angsur.


2.            Ayat yang panjang turunnya dua atau tiga kali.


3.            Tidak ada ayat yang turun berangsur.





Langkah setan dimulai dengan
hal-hal yang remeh. Melalui ini, dia akan menindaklanjuti langkahnya.  نظرة فابتسامة فموعد
فلقاء فلمس
(pertama saling pandang, kemudian senyum, muncul janji, kemudian
ketemuan dan terjadilah persentuhan).





Awal daripada rasa takut adalah
ketidaktenangan dengan puncaknya berupa ketidakmampuan untuk bergerak. Dalam
bahasa Arab, rasa takut diterjemahkan dalam tiga kata; khauf (rasa takut yang
masih memungkinkan untuk mengelak dari yang ditakuti), khasyyah (rasa takut
yang disertai dengan rasa kagum terhadap yang ditakuti demikianlah ketakutan
para ulama kepada Allah), dan faza’ (puncak daripada rasa takut sehingga yang
bersangkutan menyerah total tanpa bisa mengelak lagi)





Kamal berarti jika yang
dikehendaki sudah sesuai dengan yang dibutuhkan. Tâm berarti hanya satuan dari
apa yang dibutuhkan. Misalnya puasa Ramadan, jika baru satu hari berarti tâm
dan akan menjadi kamal manakala puasa tersebut sudah sebulan penuh sesuai
dengan yang dikehendaki. Dengan demikian, penggunaan kata kamal untuk aldîn
pada اليوم أكملت لكم دينكم
sangatlah tepat mengingat semua ajaran agama dari berbagai sudutnya sudah
terpenuhi. Sementara kata nikmat dalam ayat tersebut menggunakan tâm. Ini
karena kenikmatan jika dikumpulkan akan nampak banyak dan beragam. Sehingga,
penggunaan tâm untuk kenikmatan yang diberikan kepada setiap orang sudah tepat
(وأتممت عليكم نعمتي). Sebagaimana ajaran
agama yang sudah sempurna bagi siapa saja (اليوم أكملت لكم دينكم). Atau dengan kata lain, kebutuhan manusia
akan nikmat itu berbeda sesuai kebutuhan (tâm). Sementara kebutuhan mereka akan
agama bersifat mutlak harus secara keseluruhan (kamal).





Islam menurut pandangan ulama:


1.            Ketentuan Allah yang berkaitan dengan agama yang
disampaikan oleh utusan-Nya secara tadriji hingga sempurna.


2.            Agama adalah dîn yang terdiri dari huruf dâl, yâ’, dan
nûn yang bisa dibaca daîn (hutang). Dengan demikian, agama bermakna hutang yang
harus dibayar. Kita sudah diberi banyak oleh Allah dan tidak akan bisa
melunasinya. Namun Allah menganggap lunas hutang tersebut selama kita berserah
diri setelah berusaha maksimal dengan pengakuan bahwa kita tidak bisa
melunasinya.





Setiap penganut agama pasti tulus
dalam menjalankan ajaran agamanya. Jika tidak, mereka tidak akan memeluk agama
tersebut. Selama kita tulus dalam menjalani agama, silahkan. Bagi mereka agama
mereka dan bagi kita agama kita. Perihal kelak masuk surga atau neraka itu hak
preogatif Allah. Pemahaman yang sangat toleransi Ini dipegang teguh oleh orang
tasawwuf. Jika di tataran fikih dikenal doa أهلك الكفارة والظالمين maka pada tataran tasawuf ada doa yang
dipanjatkan adalah اللهم اغفر لهم yang meliputi orang
kafir.





Bagi sahabat Umar, ayat yang
paling berkesan adalah ayat اليوم أكملت لكم دينكم
. Ini karena ia mengandung berita tentang selesainya tugas Nabi yang juga
bermakna dekatnya kewafatan Nabi. Selain itu, ayat ini juga mengandung anugerah
Tuhan tentang sempurnanya nikmat Allah kepada umat Islam. Terdapat lima hari
raya pada hari turunnya ayat ini:


1.            Hari Jumat


2.            Hari Arafah


3.            Hari rayanya orang Kristen


4.            Hari rayanya orang Yahudi


5.            Hari rayanya orang Majusi





Syaikh Abdul Halim Mahmud (pakar
filsafat ahli tasawwuf, lulusan azhar dan perancis) berkata: iblis kenal pada
Tuhan dan takut pada-Nya. Kesalahannya hanya satu, yakni dia tidak menerima
perintah untuk bersujud. Ini karena dia menimbang perintah menurut akalnya.
Jika perintah itu sesuai akan ia terima dan jika tidak maka akan ditolaknya.
Seandainya dia sujud setelah berfikir akan kelayakan perintah tersebut, dia
tetap telah melakukan kesalahan. Karena menyangsikan perintah Allah menandakan
tidak adanya penyerahan diri kepada-Nya. Berfikir tentang perintah – mencari
tahu manfaatnya misal – adalah untuk menambahkan keyakinan akan kebenaran
Islam.





Dalam keimanan masih mengandung
tanda tanya. Sementara dalam keyakinan sudah tidak ada tanda tanya lagi. Ilmul
yaqin adalah pengetahuan yang sudah tidak mengandung keraguan.





Murtadla Muthahhari (filsuf)
mengatakan: muslim ada dua yakni muslim dengan ucapan dan muslim dengan amal
(meskipun tidak syahadat). Baginya, Immanuel Kant adalah muslim. ini karena
ucapan Immanuel Kant saya sudah mempelajari berbagai agama dan menemukan
Kristen sebagai agama yang terbaik. Tapi saya mendengar bahwa di Timur sana ada
agama lain yang lebih benar. Dan jika ini benar adanya maka saya telah
mengikuti agama tersebut.





Berbicara tentang Tuhan akan
selalu menghasilkan perbedaan selama yang dijadikan barometer dan alat akal.
Jika yang digunakan hati maka semuanya akan sepakat sama. Karena iman adalah
tashdîq bil qalbi dan bukan  bil aql.
Nabi bersabda: al îmân hâ hunâ (sambil menunjuk ke hati). Konsep teologi antara
ulama muslim berbeda satu sama lain, semisal al Asy’ari, Maturidi, atau faham
Mu’tazilah, Sunni, Wahabi, dll. Konsep teologinya iblis itu benar (paham betul
dengan akalnya). Dia tahu bahwa Tuhan itu esa dan maha benar. Tapi dia tidak
mau menerima (yakni meyakininya dengan hati).





Akal tidak punya peran dalam
sejarah. Ia hanya mentarjih informasi mana yang lebih benar dan lainnya dengan
alasan-alasan yang ada.





Tuntunan Islam ada yang berupa
ibadah murni (tuntunan agama yang ditetapkan oleh Allah atau Rasul. Biasanya
terikat dengan waktu, kadar, atau tempat. Di sini akal tidak memperoleh bagian
untuk beranalogi) dan ibadah ghair mahdhah.





Kafir adalah orang yang telah
sampai kepadanya informasi ajaran Islam dengan tepat tapi dia menolaknya. Orang
yang mengenal Islam hanya sebagai pembawa teror dan kemudianmenolak
kebenarannya, ia belum dinilai kafir. Karena informasi tentang Islam yang
sebenarnya belum sampai kepadanya. Ketika keyakinan terhadap agama
disangkutpautkan dengn diri sendiri, ia harus kuat dan ketat. Namun ketika
dipertemukan dengan keyakinan orang lain, harus toleransi. Tentunya setelah
berusaha mengajak. Ini mengacu pada pemahaman firman Allah وإنا أو إياكم لعلى هدى أو في ضلال مبين  atau لكم دينكم ولي دين . Dalam ayat لكم دينكم ولي دين terdapat tafwîdh, menyerahkan semua pada
Allah akan perbedaan keyakinan.





Perasaan tenang dalam menghadapi
cobaan muncul sebagai buah daripada keyakinan bahwa di depan sana ada
kenikmatan yang menanti.





Ibnu Mas’ud dalam ayat حق تقانه adalah kita tidak
boleh durhaka sekalipun.





اليوم يئس الشيطان أن يعبد في أرضكم هذا، ولكن رضي منكم فيما تحقرون من
أعمالكم . (الحديث) قاله النبي بعد نزول قوله تعالى اليوم أكملت لكم

...





Bangkai adalah hewan yang mati
tanpa melalui penyembelihan yang sah. Meskipun disembelih ia tetap haram jika
penyembelihannya tidak memenuhi syarat yang ditetapkan agama.





Yang diberikan seharusnya
sebanyak apa yang diterima. Misal bulan yang menerima dan memantulkan sinarnya
dan lebah yang memberi madu sekadar dengan jumlah serbuk yang telah
diterimanya.





 Peresume: Syafi'ul Huda (BQ 4)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...