Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

Siapakah Teman Kita?

Manusia dilahirkan sebagai Zoon Political, yakni sebagai makhluk sosial yang keberadaannya tidak bisa hidup sendiri, selalu membutuhkan orang lain. Bukan dalam satu aktifitas saja, tapi pada seluruh aktifitas kesehariaannya. Oleh sebab itu, manusia dituntut untuk bisa berinteraksi dengan orang lain, berbuat baik, dan selalu menghormatinya. Tapi yang perlu diingat, kadang perbuatan baik kita tidak selamnya (selalu) di sambut hangat oleh lawan interaksi kita, ya itulah manusia dengan segala keberagamannya. Jadi kita harus senantiasa menerima perlakuan dari mereka, apapun itu bentuknya. Manusia diciptakan dengan model yang berbeda-beda, ada yang lemah lembut, sedang, dah bahkan ada berkepala batu (keras kepala). Al Insanu Nau’ Nau’ (manusia itu bermacam-macam). Itulah satu rangkaian kalimat yang mungkin biasa kita dengar. Memang benar sih, kalau kita mau menelaah lebih jauh, yang mungkin ini di sebabkan oeh faktor gen. Berdasarkan keberagaman manusia inilah, ia (manusia) d...

Bung Tomo Era Sekarang

Di bulan (nopember) ini dulu, bung Tomo meneriakkan kalimat Laa Ilaha Illallah untuk memperjuangkan nasib masyarakat suroboyo. Dengan ketegasan sikap yang dimilikinya, mampu membangkitkan semangat arek-arek suroboyo agar mau melawan dan mengusir kesewenang-wenanagan kolonial belanda dari bumi indonesia tercinta kita ini. Dan pada akhirnya-dengan izin Allah SWT-belanda dengan tunggang langgang  mau (dengan terpaksa) meninggalakan negara kesatuan republik indonesia (NKRI). Yang kemudian, untuk mengenang dan menghormati perjuangan arek-arek suroboyo yang dipelopori oleh bung Tomo, maka tanggal 10 nopember dijadikan sebagai hari pahlawan. Dalam membela negara, yabg perlu kita catat, bung tomo tidak hanya mempertaruhkan harta dan tenaga, tapi juga nyawa yang menjadi jaminannya. Bahkan yang lebih mencengangkan kita ialah dalam berperang melawan penjajahan belanda, ia bersama arek-arek suroboyo hanya menggunakan bambu runcing, tombak, ketepil, dan senjata seadanya, padahal ant...

PERAN SANTRI DI ERA GLOBALISASI

 KH. Zainnudin MZ Assalamu’alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh Semakin pesatnya perkembangan zaman, yang ditandai dengan berkembangnya imu pengetahuan dan semakin hebatnya kecanggihan tekhnologi, ternyata membuat kemerosotan moral bangsa menjadi satu wacana sosial yang semakin lama kian mengingkat. Dimana banyak orang yang dengan mudahnya telah meninggalkan perintah agama, pembunuhan terjadi dimana-mana, korupsi kolusi nepotisme merajalela, bahkan ada sorang ayah yang tega merenggut kehormatan anak kandungnya, Na’udzubillahi min dzalik. Dimana akhlaq mereka, bagaimana pedidikan moral mereka, apakah tak ada orang yang menyuruh mereka untuk selalu taat kepada ajran agama? Padahal Allah telah mengingatkan kita dengan firmannya dalam Al Qur’an surat Ali Imron ayat 104 : ............................................................................................................. ..............................................................................................

CINTA TANAH AIR

  Assalamu’alaikum Wr. Wb. Julasa’ul Kuroma’ wal Fudlola’ Para Bapak ‘Alim Ulama’ Dewan Juri, Dewan Hakim, Hadirin Tamu Undangan yang Berbahagia Negara kesatuan republik Indonesia tercinta ini sudah 65 tahun silam merasakan kemerdekaan. Namun kita harus ingat, bahwa dalam mencapai kemerdekaannya, bangsa indonesia tidak dengan usaha yang mudah, melainkan penuh dengan jerih payah dan sengsara. Dan yang perlu kita garis bawahi adalah kemerdekaan yang telah kita rasakan saat ini harus kita pertahankan untuk selama-lamanya, karena ………………………..................................................................................... “Cinta Tanah Air adalah Sebagian dari Iman” Kalau dulu, bung tomo dengan bambu runcingnya berjuang melawan kolonial belanda memperjuangkan hak-hak arek-arek suroboyo. tapi apakah dengan itu pula kita sekarang berjuang? tentu tidak… karena perang kita saat ini tak lagi dalam genjatan senjata , tapi kita sekarang harus berperang melawan musuh yang terselubung...

Acara Tahunan Blokagung Bag. 02

Salah Satu Asrama di PP. Darussalam Blokagung Acara yang di selanggarakan setiap tahun di PP. Darussalam kali ini cukup berbeda. Pasalnya selain haul, juga ada acara tasyakur khotaman Ihya’ Ulumiddin ke 20 dan Tafsir Jalalain ke 19. Pagi ini merupakan acara inti, yaitu pengajian dalam rangka haul tersebut. Acara yang dimulai sejak pagi tadi cukup berkesan, soalnya setelah shubuh dimulai dengan pembacaan sholawat habsyi oleh para habaib dan beberapa kang santri yang tergabung dalam majlis rebana dan sholawat Liwa’ul Muridin. Acara yang bertempat di utara ndalem ibu Nyai Hj. Handariyatul Masruroh itu di mulai dengan pembawa acara bapak hisbullah huda, salah satu alumni yang rumahnya juga berada di dusun Blokagung. Pembacaan ayat suci al qur’an yang dibaca oleh Bapak Fauzan juga sangat menghipnotis pengunjung, namun ada yang berbeda dengan acara kali ini, pasalnya setelah lantunan ayat suci al qur’an langsung di sambut dengan pembacaan sholawat habsyi tanpa ada komando dari ...

Acara Tahunan Blokagung Bag. 01

Salah Satu Asrama di PP. Darussalam Blokagung Pagi ini tak seperti hari-hari biasanya, banyak sepeda motor terparkir di selatan asrama assalafiyyah, sebuah asrama yang berada di depan kantor keamanan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi, padahal jam baru menunjukkan 05.51 WIB. Suara lantunan sholawat habsyi sedang mengguncang bumi Darussalam. Suara merdu para habaib dan beberapa kang santri ikut memeriahkan acara pembacaan sholawat habsyi dalam rangka memperingati haul Almarhum Almaghfurlah KH. Mukhtar Syafa’at Abdul Ghofur, pendiri sekaligus pengasuh pertama Pondok Pesantren Darussalam. Acara semakin meriah dengan iringan organisasi rebana dan sholawat Liwa’ul Muridin, sebuah organisasi sholawat dibawah asuhan PP. Darussakam. Sesekali terdengar juga suara pengumuman untuk melaksanakan ro’an (istilah untuk kegiatan kerja bakti) kebersihan total demi untuk menjaga kelancaran acara yang di adakan setiap setahun sekali ini, sekaligus untuk menambah rasa khidmad ...

Mirip

Mirip Acara Wisuda Mirip Eropa Mirip pura Mirip kuburan Mirip gunung Mirip Pemandian Mirip alira n sesat Mirip bukit Mirip monumen kebangsaan Mirip perumahan Mirip pelangi Mirip warung Mirip restoran Mirip danau Tapi bukan…. Ni taman....... Yang dulu pernah di huni Sebagai tempat mulia Orang bertahta Semua ada Mirip belanda Yang dulu jajah kita Tapi ini taman Sejuk nan indah........ Bali, 29 Oktober 2010 Jum’at sore, 16.16 WITA  di Taman Sukaseda Ujung (Dulu, Taman Kerajaan Karangasem)

I Love You

Cinta adalah rasa yang wajar jika seseorang memilikinya Hanya aku tak bisa menjaga Hanya aku tak bisa memberi Hanya aku tak bisa disisimu Tapi..... Aku tetap cinta kamu Aku masih sayang kamu Apakah kamu juga rasakan hal itu??? Sudahlah, Semua berakhir Tinggal kisah.... Yang kan jadi sejarah Tinggal cerita..... Yang kan dikenang selamanya I Love You el_yasmin Bali. 28 Oktober 2010 22.36 WITA

Kembali

Kembali ke masa lalu Dimana masih jaya Hari ini tinggal sejarah Sisakan kenangan Yang kan selalu di ingat Indah….. Genangan air hijau Membentang samudera Sejuk..... Menjepit petang Hijau..... Yang rindang Berciri khas Lantunan tembang, Arsitektur, Patung, Nampak jelas kekuasaan-Nya Indah...... Bali, 29 Oktober 2010 Jum’at sore, di Taman Sukaseda Ujung (Dulu, Taman Kerajaan Karangasem)

Tawakkal

Hilang….. Rugi…….. Mudah tergoda Pilih yng baru Hilang yang lama Memang semua penuh resiko Harus di terima Karena ini lika-liku-Nya Hanya bisa pasrah, bertawakkal Lahaula wa Quwwata Illa Billahil ’Aliyyil Adzim Bali, 29 Oktober 2010 Jum’at sore, 16.26 WITA di Taman Sukaseda Ujung (Dulu, Taman Kerajaan Karangasem)