Langsung ke konten utama

CINTA TANAH AIR

 
Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Julasa’ul Kuroma’ wal Fudlola’ Para Bapak ‘Alim Ulama’


Dewan Juri, Dewan Hakim, Hadirin Tamu Undangan yang Berbahagia


Negara kesatuan republik Indonesia tercinta ini sudah 65 tahun silam merasakan kemerdekaan. Namun kita harus ingat, bahwa dalam mencapai kemerdekaannya, bangsa indonesia tidak dengan usaha yang mudah, melainkan penuh dengan jerih payah dan sengsara. Dan yang perlu kita garis bawahi adalah kemerdekaan yang telah kita rasakan saat ini harus kita pertahankan untuk selama-lamanya, karena




……………………….....................................................................................


“Cinta Tanah Air adalah Sebagian dari Iman”

Kalau dulu, bung tomo dengan bambu runcingnya berjuang melawan kolonial belanda memperjuangkan hak-hak arek-arek suroboyo. tapi apakah dengan itu pula kita sekarang berjuang? tentu tidak… karena perang kita saat ini tak lagi dalam genjatan senjata, tapi kita sekarang harus berperang melawan musuh yang terselubung dalam bingkai serangan budaya.


Wahai Generasi Penerus Perjuangan Bangsa Rohimakumullah!


Fakta di lapangan telah membuktikan, putra putri bangsa lebih senang menyanyikan lagu Keong Racun & Justin Beyber dari pada Indonesia raya. Mereka lebih suka nonton videonya luna maya dan mas Aril Petter Pan dari pada lihat pengajian. Lebih suka facebookan dari pada baca Al Qur’an. Apakah ini bukan menjadi bukti telah tergerusnya  budaya kita???


Hadirin yang berbahagia rohimakumullah!


Kalau pemuda pemudi indonesia sudah tak senang lagi kepada al qur’an dan al hadist, artis dan orang yang tak mengenal agama yang mereka idolakan, lalu.....mau di bawa kemana negara kita? Apa kata dunia???
Padahal kita tahu
..............................................................................................
“Pemuda sekarang adalah Generasi Masa Depan”.
Hadirin yang berbahagia rohimakumullah!
Allah SWT telah memberikan satu solusi dalam surat al mujadalah ayat 11 :


……………………………………………………………………………………………………….


 “Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan orang yang berilmu”.

 
Lafadz “Iman” terlebih dahulu disebutkan dari pada Utul ‘Ilma, ini menunjukkan bahwasannya imanlah yang paling dominan dalam menjamin keselamatan manusia baik di dunia maupun di akhirat.



Dengan iman hidup seseorang akan selalu dikontrol oleh Allah SWT, dan perbuatan kesehariannya akan selalu mencerminkan sifat-sifat rosulillah Muhammad SAW.
 
Karena dengan iman, seseorang akan percaya dengan adanya Allah, percaya dengan adanya malaikat, percaya dengan adanya siksa kubur dan hari pembalasan. Kalau sudah begitu, otomatis mereka akan takut dalam melakukan kemunkaran dan kemaksiatan.
 
Maka dari itu, mari kita bersama-sama kuatkan iman, demi untuk terwujudnya indonesia menjadi negara yang Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur.


Wahai Generasi Penerus Perjuangan Bangsa Rohimakumullah!


Dari awal hingga akhir, dapat kami tarik satu benang natijah, bahwasannya hanya dengan imanlah, muda mudi bangsa indonesia ini akan terselamatkan dari ganasnya perkembangan kulturisasi yang dilakukan oleh negara-negara barat.
Kiranya cukup sekian dan demikian……
 
Jikalau Pedang Mengenai Tubuh, Masih Ada Harapan Sembuh
Tapi bila Lidah Menyayat Hati, Kemana Obat Hendak di Cari


Akhirul kalam, Ihdinasshirotol Mustaqim
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Komentar

  1. Gambling in California | DMC
    California 세종특별자치 출장안마 (CA) 충청북도 출장안마 Casinos in 2021: Legal Gambling Apps 충주 출장마사지 California, California (CA), Michigan, New 양주 출장안마 Jersey and Pennsylvania are all legal. You can play 서귀포 출장마사지 online poker in

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...