Salah Satu Asrama di PP. Darussalam Blokagung
Acara yang di selanggarakan setiap tahun di PP. Darussalam kali ini cukup berbeda. Pasalnya selain haul, juga ada acara tasyakur khotaman Ihya’ Ulumiddin ke 20 dan Tafsir Jalalain ke 19. Pagi ini merupakan acara inti, yaitu pengajian dalam rangka haul tersebut. Acara yang dimulai sejak pagi tadi cukup berkesan, soalnya setelah shubuh dimulai dengan pembacaan sholawat habsyi oleh para habaib dan beberapa kang santri yang tergabung dalam majlis rebana dan sholawat Liwa’ul Muridin. Acara yang bertempat di utara ndalem ibu Nyai Hj. Handariyatul Masruroh itu di mulai dengan pembawa acara bapak hisbullah huda, salah satu alumni yang rumahnya juga berada di dusun Blokagung. Pembacaan ayat suci al qur’an yang dibaca oleh Bapak Fauzan juga sangat menghipnotis pengunjung, namun ada yang berbeda dengan acara kali ini, pasalnya setelah lantunan ayat suci al qur’an langsung di sambut dengan pembacaan sholawat habsyi tanpa ada komando dari Muqosimul Auqot. acara semakin meriah ketika kang santri yang membaca sholawat berdiri, itu juga sebagai tanda bahwa seluruh hadirin dimohon juga untuk berdiri, “ya nabi salam ‘alaika………..” kira kira seperti itulah suara yang sempat aku dengar. Acara langsung dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan kalimatutthoyyibah oleh habib Abdur Rohman dari kota Banyuwangi. Suara yang serak serak basah ikut menambah kekhusu’an dalam berdo’a kepada Allah SWT itu. Namun acara do’a bersama itu tak berlangsung begitu lama, mungkin mengingat sudah agak siang. baru saja, sekitar lima menit yang lalu terdengar suara helicopter terbang menuju lapangan gesing, mungkin itu helicopter yang di naiki oleh KH. Sa’id ‘Aqil Siradj, beliaulah yang akan memberikan thausiyah pada peringatan haul kali ini.
Sambutan oleh pengasuh PP. Darussalam, KH. Ahmad Hisyam Syafa’at menempati acara yang ke empat. Dengan segala kewibawaannya, beliau memberikan sambutan kepada seluruh hadiri yang hadir. Beliau sempat memberikan pengumuman bahwa para wali santri tidak perlu bersusah payah lagi jika mau mengirim uang kepada putra putrinya, karena di pesantren yang berdiri sejak 1951 ini sudah mendirikan bank syari’ah atas kerja sama dengan bank mandiri. beliau juga memperingatkan agar para santri harus menenpat di pondok pesantren karena apalah gunanya kalau niatnya belajar di pondok pesantren, tapi tidak menempat di pesantren.
Kali ini juga dihadiri oleh wakil gubernur jawa timur, bapak Syaifullah Yusuf dan calon bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, M.Si. Sambutan salah satu alumni juga ikut memeriahkan acara haul kali ini. Hidup Darussalam……….
Blokagung, 01 Juli2010
Komentar
Posting Komentar