Langsung ke konten utama

Acara Tahunan Blokagung Bag. 02

Salah Satu Asrama di PP. Darussalam Blokagung



Acara yang di selanggarakan setiap tahun di PP. Darussalam kali ini cukup berbeda. Pasalnya selain haul, juga ada acara tasyakur khotaman Ihya’ Ulumiddin ke 20 dan Tafsir Jalalain ke 19. Pagi ini merupakan acara inti, yaitu pengajian dalam rangka haul tersebut. Acara yang dimulai sejak pagi tadi cukup berkesan, soalnya setelah shubuh dimulai dengan pembacaan sholawat habsyi oleh para habaib dan beberapa kang santri yang tergabung dalam majlis rebana dan sholawat Liwa’ul Muridin. Acara yang bertempat di utara ndalem ibu Nyai Hj. Handariyatul Masruroh itu di mulai dengan pembawa acara bapak hisbullah huda, salah satu alumni yang rumahnya juga berada di dusun Blokagung. Pembacaan ayat suci al qur’an yang dibaca oleh Bapak Fauzan juga sangat menghipnotis pengunjung, namun ada yang berbeda dengan acara kali ini, pasalnya setelah lantunan ayat suci al qur’an langsung di sambut dengan pembacaan sholawat habsyi tanpa ada komando dari Muqosimul Auqot. acara semakin meriah ketika kang santri yang membaca sholawat berdiri, itu juga sebagai tanda bahwa seluruh hadirin dimohon juga untuk berdiri, “ya nabi salam ‘alaika………..” kira kira seperti itulah suara yang sempat aku dengar. Acara langsung dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan kalimatutthoyyibah oleh habib Abdur Rohman dari kota Banyuwangi. Suara yang serak serak basah ikut menambah kekhusu’an dalam berdo’a kepada Allah SWT itu. Namun acara do’a bersama itu tak berlangsung begitu lama, mungkin mengingat sudah agak siang. baru saja, sekitar lima menit yang lalu terdengar suara helicopter terbang menuju lapangan gesing, mungkin itu helicopter yang di naiki oleh KH. Sa’id ‘Aqil Siradj, beliaulah yang akan memberikan thausiyah pada peringatan haul kali ini.
Sambutan oleh pengasuh PP. Darussalam, KH. Ahmad Hisyam Syafa’at menempati acara yang ke empat. Dengan segala kewibawaannya, beliau memberikan sambutan kepada seluruh hadiri yang hadir. Beliau sempat memberikan pengumuman bahwa para wali santri tidak perlu bersusah payah lagi jika mau mengirim uang kepada putra putrinya, karena di pesantren yang berdiri sejak 1951 ini sudah mendirikan bank syari’ah atas kerja sama dengan bank mandiri. beliau juga memperingatkan agar para santri harus menenpat di pondok pesantren karena apalah gunanya kalau niatnya belajar di pondok pesantren, tapi tidak menempat di pesantren.
Kali ini juga dihadiri oleh wakil gubernur jawa timur, bapak Syaifullah Yusuf dan calon bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, M.Si. Sambutan salah satu alumni juga ikut memeriahkan acara haul kali ini. Hidup Darussalam……….

Blokagung, 01 Juli2010 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...