Antusias warga dalam meyambut
pelantikan jokowi menunjukkan bahwa rakyat menaruh harapan besar pada pemerintahan
Jokowi 5 tahuh mendatang. Juga, mungkin rakyat sudah mendambakan kemerdekaan
yang sebenarnya. Kemerdekaan di dalam segala bidang. Kemerdekaan yang dimiliki
bangsa ini secara utuh. Bukan setengah-setengah.
Rakyat mungkin merasa kurang puas
dengan pemerintahan sebelumnya. Walaupun tidak bisa kita pungkiri bahwa pemerintahan
SBY juga sudah
banyak memberikan sumbangsih pada bangsa ini.
banyak memberikan sumbangsih pada bangsa ini.
Tapi rakyat menginginkan
keberhasilan yang lebih dari itu.
Memang, di sisi lain, ini bisa
menjadi tekanan batin dan memberikan efek psikologi tersendiri pada pribadi Jokowi.
Karena memang di pemerintahannya kali, ia kurang punya “teman”. DPR dan MPR “kurang”
ia kuasai.
Di tambah lagi, ia juga menjadi kader
partai yang harus taat pada aturan partai. Di satu sisi ada partai dan di sisi
yang lain ada kepentingan rakyat. Bisakah ia mengutamakan kepentingan rakyat? Kita
tunggu saja.
Tapi inilah yang sebenarnya
dinamakan pejuang sejati. Ia akan berperang melawan penjajah negeri ini
walaupun kurang memiliki kawan. Walaupun kurang dalam hal persenjataan. Ia akan
benar-benar berjuang.
Ada harapan rakyat. Ada “kekurangan
kawan”. Dan ada pula kepentingan “keluarga partai” yang-menurut penulis-kini
ada di benak Jokowi.
Mari kita tunggu saja
program-programnya 5 tahun mendatang. Kita tunggu saja realisasi atas
janji-janjinya saat kampanye lalu.
Jokowi, ku pasrahkan “mobil” ini
engkau kendarai. Sopiri kami agar selamat sampai tujuan. Jadilah sopir yang
hati-hati. Utamakan kepentingan penumpang. Karena kami sebagai penumpang ingin
kami dan mobil kami selamat. Sekian.
#Catatan_Rakyat_Jelata
Tangerang Selatan, 21 Oktober 2014
Komentar
Posting Komentar