Langsung ke konten utama

Pelajaran Sejarah


Seorang guru perempuan sedang mengajar pelajaran sejarah di sebuah Sekolah Dasar. Di tengah-tengah mengajar, guru itu bertanya kepada Udin, salah seorang muridnya yang terkenal nakal dan sangat bodoh.
“Udin, kita sedang belajar pelajaran apa?,” tanya Bu guru tegas.
“Apa Bu ya,
saya nggak tau Bu”, jawab Udin apa adanya.
“Kita ini sedang belajar sejaran Udin”, lontar Bu guru sedikit kesal.
Udin sedkit berfikir, akhirnya ia berkata, “Ow iya Bu, saya ingat. Ini pelajaran sejarah”.
Bu guru: “Iya Udin, kamu benar. ini pelajaran sejarah. Pelajaran ini mempelajari apa Udin?”
Udin: “Masa lalu Bu”
Kali ini sang guru heran jika Udin bisa menjawab. Ia seakan tak percaya. Dengan rasa penuh penasaran, sang guru bertanya lagi dengan pertanyaan yang agak mendalam.
“Lantas?”, Bu guru bertanya lagi.
Udin bingung. “Lantas apa Bu?” tanyanya kepada sang guru.
Sang guru sedikit kesal.
Bu guru: “Kan tadi kamu menjawab bahwa pelajaran sejarah adalah pelajaran yang mempelajari masa lalu. Ya, tolong kamu jelaskan lebih detail apa kaitannya sejarah dengan masa lalu?” kata Bu guru menjelaskan.
“Ya kalau masa lau, kita haru move on Bu”, jawab udin nyantai.
Bu guru: ^_^&^%$##^*())(&^$#!!@$^(&__&%$@@&&^(*^@)(&&
#tepok_jidat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...