Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Resume Kajian Prof. Dr. Quraish Shihab, M.A., 3 September 2016

Idul fitri merupakan perayaan peletakan batu pertama untuk ajaran Islam. Mengingat pada bulan sebelumnya yakni bulan Ramadlan turun wahyu pertma (QS. al ‘Alaq: 1-5). Sementara Idul adha menjadi peletakan batu terakhir ajaran Islam. Pada hari raya itu, yakni pada waktu pelaksanaan ibadah haji, ada sebuah ayat yang dinilai oleh sebagian ulama sebagai ayat terakhir yang diturunkan ( اليوم أكملت لكم ). Para ulama tersebut, memilih ayat tersebut sebagai ayat yang terakhir turun lantaran saking kuatnya pesan ayat dalam menggambarkan seakan-akan ia adalah ayat terakhir yang diturunkan (penyempurnaan agama). Sementara itu, terdapat ulama lain yang meyakini adanya ayat lain yang turun selamasa masa jeda antara 9 Dzulhijjah sampai wafatnya Nabi. Mereka memilih ayat واتقوا يوما ترجعون فيه   sebagai ayat terakhir yang turun. Ini juga didasarkan pada asumsi bahwa ayat اليوم أكملت لكم hanya bagian daripada sebuah ayat. Selain itu, ia juga diapit oleh ayat tentang makanan. ini memunculkan kesan a...

Menulislah dengan Hal Termudah

Saya punya banyak hal untuk ditulis malam ini. Ada tiga hal yang menurut saya menarik. Pertama, tujuan belajar ilmu tasfir. Kedua, akhlak dan ilmu. Dan ketiga adalah cara menjadi penulis bagi pemula. Dari ketiga hal itu, saya memlih yang ketiga. Alasannya apa? Ya, urusan mud saja, sih. Nggak ada yang lain. Ya begitulah penulis. Selalu menulis apa saja yang iya gemari dan sukai. Saya teringat dosen saya pagi tadi. Namanya bapak Ansor Bahari. Dalam menulis, beliau selalu mengikuti hatinya. Selalu urusan internal dirinya. Bukan eksternal. Prinsipnya adalah yanng penting menulis. Menulis dengan cara yang menurutnya baik dan benar. Menulis yang membuatnya nyaman. Ia tak peduli apakah tulisannya akan “laku” di pasaran atau tidak. Beliau menambahkan, kalau tulisanya diapresiasi orang lain, itu bonus. Kalaupun tidak, ia tak mempermasalahkannya. Yang benting baginya adalah menulis. Yups, hasil tak pernah menghianati usaha. Proposal disertasinya diterima penerbit Mizan sebagai penerima beasiswa....

Membaca Buku

Saya sedang berusaha untuk  merutinkan membaca. Bukan membaca apa saja. Tapi khusus membaca teks. Lebih  tepatnya: buku. Saya sangat bersyukur diberi anugerah oleh Allah swt. bisa senang terhadap buku. Jujur saja, saya jarang sekali beli baju. Tapi kalau urusan buku, jangan ditanya. Buku saya banyak banget. Itu bukunya saja, lho, ya. Tidak ada urusan dengan apakah buku itu   sudah dibaca atau hanya menjadi hiasan almari. Setelah buku-buku saya berjajar di almari begitu banyak, saya mulai berpikir terhadap kegunaan lebaran-lembaran buku itu. Saya mulai merasa bahwa berjejernya buku-buku itu akan menjadi hal mubadzir jika tidak dibaca. Terlebih dibaca oleh saya sendiri. FYI, buku saya yang terbesar adalah tafsir Al-Misbah karya Prof. Dr. Quraisy Shihab, MA. Buku itu saya beli pada bulan juni 2015 sebagai hadiah dari orang tua saya karena saya telah menghafalkan Alqur’an 30 juz. Suatu hari ibu saya bertanya, “Lha buku-buku itu apa sudah dibaca, Nak?”, kata beliau sambul...

Menjadi Terkenal

Di era sekarang, di mana banyak orang yang makan micin, menjadi terkenal dan terdepan adalah impian bagi sebagian orang. Sebagian besar, deng. Tak terkecuali saya, mereka, dan kamu. Iya, kamu. Perihal ini jangan dikaitkan dengan tasawuf ala risalah qusyairiyyah, ya?. Tak mungkin bisa klop. Ini beda pembahasan, Mblo. Karena ini (untuk menjadi yang terdepan) sudah menjadi keinginan dan hasrat sosial, sehingga sudah tak heran jika banyak orang yang rela melakukan segala macam cara dan upaya agar tujuan yang (kelihatannya) mulia ini bisa terwujud. Mengapa? Karena cara yang biasa-biasa saja sudah tak mempan. Itu sudah mainstream. Harus dengan cara yang berbeda. Ada yang dengan cara yang wajar. Ada yang tak wajar. Bahkan ada yang haram.   Saya tak bisa menghindar jika ada yang bilang, “Ah, itu kan pendapat Anda pribadi?” “Iya,” saya jawab dengan sepenuh hati dan kejujuran yang begitu mendalam yang dalamnya tak bisa diukur dengan meteran apapun. Namun, saya katakan begini sesuai hasi...

MAKALAH NASIKH MANSUKH DALAM AL-QURAN

PEMBAHASAN Urgensi dan Definisi Nasikh-Mansukh A.   Urgensi Nasikh dan Mansukh Dalam kajian Ulumul Qur’an, nasikh dan mansukh sangatlah perlu dipelajari. Imam Suyuti, dalam al-Itqon, menjelaskan bahwa para Imam berkata, “Seseorang tidak boleh menafsirkan Alqur’an kecuali setelah mengetahui perihal nasikh dan mansukh.” Juga, dalam sebuah riwayat juga disebutkan bahwa Sayyidina Ali pernah bertanya kepada seorang qodli (hakim), “Apakah engkau mengetahui perihal nasikh dan mansukh?.” “Tidak,” jawab sang qodli. Kemudian Sayyidina Ali berkata, “Engkau tersesat dan menyesatkan.” B.   Pengertian Nasakh, Nasikh, dan Mansukh a.        Nasakh Secara bahasa, nasakh bisa diartikan dengan berbagai arti, yakni: (1) Izalah (menghilangkan), (2) Tabdil (mengganti), (3) Tahwil (memalingkan), dan (4) Naql (memindahkan sesuatu dari satu tempat ke tempat yang lain). Namun, sebagian ulama’ menolak makna keempat ini, dengan alasan bahwa si nasikh (orang/ayat yang me- nas...