“Apa yang dalam
pandangan orang lain benar, bisa jadi salah dalam pandangan saya. Dan apa yang
menurut saya benar, bisa jadi salah dalam pandangan orang lain.”
Apa yang kita anggap salah saat
ini, mugkin bisa dianggap benar oleh orang lain. Begitu pula sebaliknya.
Ketika kesalahan itu terlanjur
kita lakukan, sikap terpenting yang harus kita segerakan adalah mendengar
kritikan orang lain dan mengakui kesalahan. Jelas, kan?.
Namun, apa yag acapkali terjadi saat
ini sungguhlah bertolak belakang dan menyayat
hati. Bagaiaman tidak. Banyak yang melakukan kesalahan, namun ketika
mendapat kritikan justru sibuk mengeluarkan seribu alasan untuk menghindar.
Bisa jadi, apa yang dilakukan
orang tersebut, diyakininya sebagai sebuah kebenaran yang memang harus
dilakukan.
Menghadapi hal semacam ini, kita
dituntut untuk lebih legowo dalam berfikir dan bertindak. Kita tak boleh
memaksakan kebenaran yang kita yakini; harus siap menerima kebenaran yang
diyakini orang lain. Bukankah kita hidup di negara yang sangat berbeda suku,
budaya, bahasa, bahkan agamanya?.
Kalau kita hanya “semau gue”, Indonesia
akan bubar dari dulu.
Jakarta Selatan, 19 Maret 2016
Komentar
Posting Komentar