Menerima tantangan? Siapa takut. Tantangan
tadi malam berasal dari Bos Amri. Sederhana sih. Cuma push up. Jumlahnya? Rahasia,
dong. Sengaja sih dirahasiakan. Karena kalau sedikit, ntar dikira nggak kuat
alias cemen. Kalau kebetulan menurut pajenengan banyak, sayanya yang nggak
enak. Takut dikira Superman. Padahal kan Superman Is Dead. Wkwkw.
Bukan saya saja yang menerima
tantangan tadi malam itu sebenarnya. Ada juga, Ustadz Farid. Namun, sayangnya beliau
terlalu tawadlu’. Beliau pura-pura tak mampu. Memang beliau ini orangnya kalem.
Nggak banya tingkah. Dan yang paling penting: berisi. Untuk yang terakhir ini, monggo
ditafsirkan sendiri menurut pemahaman masing-masing. Peace, Tadz!!
Lha, terus siapa yang menang? Ya,
saya. Hehe.
Kayaknya, awalnya Si Bos nganggap
saya tak mampu. Tapi, tolong, please, jangan remehkan saya, Bos!. Jangankan Cuma
push up dengan jumlah...... (sensor), jomblo belasan tahun saja kuat, kok. Halah..
Dengan berbekal kerja keras dan
taktik (licik), saya bisa melaksanakan tantangan tadi malam dan berhak menerima
hadiah. Apa? Sate. Asyekk...
Saya tunggu tantangan berikutnya. Siapa tau
teman-teman mau ikut. Silahkan. Kita berharap hadiahnya tidak sekedar sate atau
sejenisnya, tapi yang lebih tidak mainstream: UMROH. Semoga saja.
Gimana, tadi pagi sholat gerhana
matahari apa nnggak?
Jakarta Selatan, 9 Maret 2016.
(Foto: Saya sedang menghadap kamera)

Komentar
Posting Komentar