Di era sekarang, di mana banyak orang yang makan micin, menjadi terkenal dan terdepan adalah impian bagi sebagian orang. Sebagian besar, deng. Tak terkecuali saya, mereka, dan kamu. Iya, kamu. Perihal ini jangan dikaitkan dengan tasawuf ala risalah qusyairiyyah, ya?. Tak mungkin bisa klop. Ini beda pembahasan, Mblo. Karena ini (untuk menjadi yang terdepan) sudah menjadi keinginan dan hasrat sosial, sehingga sudah tak heran jika banyak orang yang rela melakukan segala macam cara dan upaya agar tujuan yang (kelihatannya) mulia ini bisa terwujud. Mengapa? Karena cara yang biasa-biasa saja sudah tak mempan. Itu sudah mainstream. Harus dengan cara yang berbeda. Ada yang dengan cara yang wajar. Ada yang tak wajar. Bahkan ada yang haram. Saya tak bisa menghindar jika ada yang bilang, “Ah, itu kan pendapat Anda pribadi?” “Iya,” saya jawab dengan sepenuh hati dan kejujuran yang begitu mendalam yang dalamnya tak bisa diukur dengan meteran apapun. Namun, saya katakan begini sesuai hasi...
Sering Serius, Kadang Tidak