Balasan
tak pernah salah alamat. Ia akan selalu datang kepada orang yang tepat dan di
saat yang tepat pula. Ia bagai rasa seorang dewasa yang ingin memiliki pasangan
hidup. Jika belum saatnya, tak bisa dipaksa. Serta jika telah datang masanya, tak pisah ditunda. Jika dipaksakan,
akan terjadi kerepotan di belakang hari nanti. Dalam sebuah kaidah fiqh
dijelaskan, “Terburu-buru mengerjakan sesuatu yang belum saatnya, maka tidak
akan berhasil”.
Orang yang telah berusaha keras, pasti
akan berhasil. Ada yang mengatakan bahwa hasil adalah hak preogatif Allah.
Ketika manusia telah menjalankan tugasnya untuk berusaha, sudah. Selanjutnya,
serahkan saja kepada-Nya. Biarlah usaha dan doa beradu di langit.
Apa yang ditanam itulah yang akan
dituai. Hanya mereka yang telah menanam padi saja yang akan memanen padi.
Mereka yang telah bersusah payah menanam dan merawat buah jeruk saja yang akan
memanen jeruk. Gusti orang sare, Allah tidak tidur.
Dalam al-Qur’an, balasan yang akan
didapat orang yang bertakwa dan orang yang muhsin
(berbuat baik kepada orang lain) berbeda. Orang yang berbuat takwa (saja), akan
mendapat balasan hudan (petunjuk).
Sebagaimana Firman Allah: al-Qur’an menjadi petunjuk kepada orang-orang yang
bertakwa (QS. Al-Baqarah [2]: 2).
Lain halnya dengan orang yang mushin. Orang muhsin adalah orang yang berbuat baik kepada orang lain. Mereka,
oleh Allah, akan diberi balasan dua. Selian hudan
(petunjuk) juga rahmah (kasih
sayang). Al-Qur’an akan menjadi hudan dan rahmah kepada orang yang mushin (QS. Lukman [31]: 2).
Mengapa berbeda? Usaha yang dilakukan itulah
penyebabnya.
Orang yang hanya bertakwa saja, ia hanya
memikirkan dirinya sendiri. Dan seringkali alpha kepada kebutuhan orang banyak.
Apa yang mereka lakukan hanya agar apa yang mereka butuhkan terpenuhi. Tak
peduli apa dan bagaimana dengan orang di sekitarnya. Sejatinya, orang seperti
itu tak salah. Toh, juga mereka tidak
menyakiti orang lain. Hanya saja, oleh Al-Qur’an, orang seeperti itu dianggap
kurang. Oleh karenanya, yang akan mendapat dua balasan anya orang yang muhsin.
Alasan mengapa orang yang muhsin mendapat
rahmat dari Allah adalah karena mereka telah mencurahkan segala rahmatnya
ketika di dunia kepada orang-orang di sekitarnya. Dalam sebuah hadis
dijelaskan, kita disuruh untuk selalu menyayangi siapa saja yang ada di muka
bumi ini. Dan sebagai balasannya, semua yang ada di langit akan menyayangi
kita. Orang yang menyayangi akan mendapat kasih sayang pula. Apa yang ditanam,
itulah yang dituai. Sekian.
Komentar
Posting Komentar