Bulan agustus adalah bulan ulangtahun Negara kita Indonesia. Semua
bersorak gembira menyambut dan memperingatinya. Tentunya dengan cara-caranya
masing-masing. Ada yang dengan aktivitas keagamaan, akademis, kesenian, dan bahkan
tak sedikit yang meramaikannya dengan aneka perlombaan, seperti balap karung, panjat
pinang, makan kerupuk, pukul bantal, dan lain sebagianya.
Namun, ada yang tau nggak, alasan apa yang mendasari setiap lomba selalu
menggunakan bahan-bahan yang sederhana? Ini dia 5 (lima) alasannya versi
DatDut.com:
1.
Harga
murah
Alasan harga biasanya menjadi alasan paling utama. Apalagi bagi mereka
yang tinggal dipedesaan. Dengan harga yang murah, tentunya siapapun bisa berpartisipasi.
Iuran yang diberlakukan di sebuah desa, tak akan memberatkan siapapun.
2.
Mudah
didapat
Kita ambil contoh saja lomba pukul bantal. Lomba yang biasanya dilakukan
di atas sungai ini hanya membutuhkan bantal sebagai pemukulnya dan sebatang pohon
sebagai tempat duduknya. Mudah didapatkan ya? Gimana kalau diiyain aja? Biar
cepet. Wkwkwkwk.
3.
Ramah
lingkungan
Kalaupun sudah tak digunakan, bahan-bahan lomba agustusan ini tak akan
membahayakan lingkungan. Semisal dalam lomba balap karung. Karung bekas perlombaan
tak akan ada bahayanya. Justru bisa digunakan kembali, semisal untuk wadah
beras. Betul nggak?.
4.
Sudah
familiar
Selain ketiga alasan diatas, alasan keempat ini juga tak kalah penting.
Dengan bahan-bahan yang sudah familiar dengan kita tentunya akan lebih membuat
nyaman mereka yang ikut lomba. Mereka tak akan merasa canggung lagi bersentuhan
dengan benda-benda itu.
5.
Unik
Unik. Ya unik. Inilah yang akan menambah kegokilan dalam lomba yang
diselenggarakan. Kita ambil contoh saja lomba makan kerupuk. Aksi gokil para
peserta lomba yang sedang cepet-cepetan makan kerupuk, pasti akan membuat para
penonton tertawa tarbahak-bahak. Apalagi kalau kerupuknya jatuh di tanah. Sudah
pernah ikut?
Itulah lima alasan mengapa lomba agustusan selalu menggunakan bahan-bahan
yang sangat sederhana. Gimana, sudah ada rencana mau ikut lomba apa?
M. Nurul Huda
(Penikmat dadar jagung)
@hudadotcom
Komentar
Posting Komentar