Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

November 2017

Where Is The Love? "...pantas saja kita menanyakan  cinta manusia kepada kita,  namun pertanyaan itu  tak layak kita tujukan kepada Tuhan.  Selain rahman, Dia juga rahim..."

Pantaskah Mangkir dari Panggilan KPK?

“Biarlah sejarah yang membuktikan”  (Abdurrahman Wahid)   Beberapa hari ini, Indonesia, khususnya dunia maya ramai membicarakan sosok ketua DPR RI, Setya Novanto (SN) yang menjadi buronan KPK karena terlibat kasus korupsi E-KTP. Keberadaan SN itu menjadi public yang tidak habis diperdebatkan. Apalagi kemarin, ia mengalami kecelakaan, setelah sebelumnya mangkir dari panggilan KPK. Banyak spekulasi yang muncul. Mulai yang menolak sampai yang membenarkan. Semua memaparkan alas an dan bukti yang meyakinkan, setidaknya bagi mereka dan kelompoknya masing-masing. Yang menjadi titik pembahasan kali ini, adalah apakah pantas wakil rakyat yang meski pun dia merasa tidak bersalah mangkir dari panggilan itu?. Bukankah apa yang dilakukan itu justru akan menimbulkan resah masyarakat? Atau paling tidak hal itu justru memberikan contoh   kepada khalayak luas dengan mempertontonkan keburukan diri sendiri?. Wakil rakyat dipilih oleh rakyat. Begitu juga dengan pejabat yang lain. Gaji yang m...

Siapa Makhluk Ini?

Lahir dengan nama lengkap M. Nurul Huda, makhluk yang satu tidak seperti bayi pada umumnya. Kata ibunya, bayi ini lahir prematur. Lahir sebelum waktunya. Denger-denger sih, hanya 6 bulan. Mengapa kata ibunya? Soalnya saat lahir, ia masih kecil. Namanya juga bayi, belum bisa mengingat dengan jelas. Bentuk fisiknya pun pas lahir, hanya kayak botol sirup Marjan (Plis, jangan ketawa). Sekarang bagaimana? Untuk lebih jelasnya, silakan lihat di galeri atau video call langsung aja, Guys. Yang jelas, pasti beda lah. Masa kecilnya, ia sekolah di kampung halamannya. Entah, halaman berapa. Yang jelas sekolah formal . Ia tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Karena tau sendiri kan , b angku sekolah itu terbuat dari kayu. Setelah itu ia pergi berkelana “ke barat” mengahabiskan masa mudanya ke dua pesantren besar, Darussalam, Blokagung di Banyuwangi dan Sunan Pandanaran, Jogja. Ingat, ya, Guys, yang besar pesantrennya. Bodi makhluk yang satu ini tetep saja : kecil. Namun, selain mondok, untuk me...

Apa Yang Ditanam, Itu Yang Dituai

Balasan tak pernah salah alamat. Ia akan selalu datang kepada orang yang tepat dan di saat yang tepat pula. Ia bagai rasa seorang dewasa yang ingin memiliki pasangan hidup. Jika belum saatnya, t ak bi sa dipaksa . Serta jika telah datang masanya , tak pisah ditunda. Jika dipaksakan, akan terjadi kerepotan di belakang hari nanti. Dalam sebuah kaidah fiqh dijelaskan, “Terburu-buru mengerjakan sesuatu yang belum saatnya, maka tidak akan berhasil”. Orang yang telah berusaha keras, pasti akan berhasil. Ada yang mengatakan bahwa hasil adalah hak preogatif Allah. Ketika manusia telah menjalankan tugasnya untuk berusaha, sudah. Selanjutnya, serahkan saja kepada-Nya. Biarlah usaha dan doa beradu di langit. Apa yang ditanam itulah yang akan dituai. Hanya mereka yang telah menanam padi saja yang akan memanen padi. Mereka yang telah bersusah payah menanam dan merawat buah jeruk saja yang akan memanen jeruk. Gusti orang sare, Allah tidak tidur. Dalam al-Qur’an, balasan yang akan didapat orang ya...

Si Kaya Versus Si Pintar

Setiap orang memiliki tujuan dengan apa yang telah, sedang, dan akan dilakukannya. Apapun itu. Banyak yang berorientasi pada dunia. Dan   tak sedikit yang tujuan akhirnya adalah akhirat. Semua itu tergantung pada pemahaman dan pengalaman orang tersebut. Tujuan ini pula yang menjadikan orang itu semangat dalam bekerja. Tanpa tujuan—terlepas apakah tujuannya baik atau buruk—orang akan bekerja dengan giat dan pantang menyerah. Ya, tujuanlah yang akan membuat orang itu kuat dan rajin. Dalam tulisan ini, saya mengambil contoh tujuan orang kaya dan orang pintar. Orang rela bekerja sehari semalam dan tanpa mengenal lelah untuk mendapatkan uang. Saya kira tidak ada orang yang tidak butuh uang. Apalagi kebutuhan saat ini yang sangat banyak membuat uang menjadi tujuan utama. Dan tak jarang, orang akan menghalalkan segala   cara agar bisa mendapat pundi-pundi uang yang banyak. Dengan memilki uang yang banyak atau harta yang melimpah, apapun bisa dibelinya. Segala kebutuhannya akan dengan...

Januari 2017

"Orang tak mengerti untuk apa ia diciptakan sama dengan sebuah gadget mahal namun tak tau cara memakainya"

Beasiswa Bazma Pertamina

"Saya Akan Terus Berdakwah" Saya terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja. Orang tua saya bukanlah orang kantoran. Ayah saya seorang petani dan ibu saya seorang pedagang di pasar tradisional. Saya memiliki dua saudara: kakak dan adik. Semuanya perempuan. Saya nomor dua, di tengah.   Saya adalah anak laki-laki satunya. Hampir seluruh masa muda saya, saya habiskan di lingkungan yang Islami. Selepas belajar di MI (madrasah ibtidaiyyah, selevel SD), saya sudah melakukan rihlah ilmiah di beberapa pesantren di pulau Jawa. Ada yang di Banyuwangi, Yogyakarta, dan Tangerang.   Dan saat ini, saya sedang belajar di semester 5, jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, fakultas Ushuluddin PTIQ Jakarta . Alahmdulillah, seluruh lembaga pendidikan yang pernah saya datangi, semuanya mengajarkan nilai-nilai Islam yang damai, toleransi, dan penuh dengan kesejukan.   Daerah kelahiran saya, Banyuwangi, bisa dikatakan termasuk daerah warganya taat beragama dan menjalankan ajaran Islam. Hal ini b...

Terimakasih, Inul!

Artis yang terkenal dengan goyang ngebornya, Inul Daratista, baru-baru ini menyatakan ketidaksetujuannya terhadap sosok ulama orang yang ia sebut pakai sorban dan mojok main skype seks dengan seorang perempuan. Entah siapa yang sebenarnya ia maksud dengan sosok bersorban itu. Yang jelas, dapat dipastikan ia sedang menyindir oknum ulama yang ia nilai telah melanggar norma-nomra agama sehingga ia tak pantas dijadikan panutan. Beberapa hari lalu memang ada berita terkait oknum ulama yang melakukan chat seks dengan seorang perempuan. Entah berita itu asli atau hoax. Yang jelas, saya tak mengetahui apakah sosok yang disebutkan Inul itu ada atau hanya fiktif. Pernyataan yang dilontarkan artis dari Jawa Timur itu menuai banyak protes dari berbagai kalangan. Ada yang menyatakan bahwa Inul telah mengina ulama sehingga ia layak untuk diprotes atau diboikot. Ini saya lihat dari status beberapa teman media sosial Facebook. Di awal saya jelaskan bahwa berita tentang adanya chat seks itu masih simpa...