Langsung ke konten utama

Piket Praktek Perpustakaan


Pagi ini aku berangkat ke perpustakaan lebih awal. Karena hari ini aku piket. Piketku di perpustakaan hanya dua hari seminggu, senin dan kamis. Dikarenakan tak mempunyai kunci perpus sendiri, aku mau pinjam kuncinya ketua perpustakaan, bapak Ahmad Ma’sum Jauhari. Namun, ketika aku ke kamarnya, aku tak mendapati beliau ada di kamarnya, sebuah kamar yang berada di samping gerbang timur pondok. Jadi tanpa pikir panjang aku ambil saja kunci itu. Ntung di kamarnya bapak jo, ada bapak imam syafi’i, teman sekamar pak jo, panggilan bapak Ahmad Ma’sum Jauhari
Setelah aku tiba di perpustakaan, aku tak langsung bersih-bersih. Tapi aku langsung menuanaikan sholat dhuha dan diteruskan dengan baca al qur’an. Alhamdulillah, pagi ini sebelum aku bersih-bersih perpustakaan, aku bisa baca al qur’an, lebih dari satu juz. Alhamdulillah ya Allah, Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah.....
Setelah mendengar bel masuk sekolah umum, aku menerusakan bacaan qur’anku dulu, dan setelah kira-kira berlangsung 15 menit, aku berhenti dan langsung merapikan buku-yang ada di semua meja kerja perpustakaan. Sulak yang ada di damping kanan meja bagian utara aku ambil dan ku bersihkan semua kotoran ayang ada di meja-meja itu. Tak lupa, aku juga membersihkan seluruh rak buku yang berjejer rapi, baik yang menghadap ke utara ataupun yang ke barat. Ketika aku masih menyula’i rak-rak yang penuh dengan, pak jo datang dengan mengucapkan salam “assalmu’alaiku...”, “wa’alaikum salam” jawabku lirih. Kami saling berslamanan.
Seluruh poster yang menempel di dinding perpustakaan juga tak lepas dari pantauanku. Setelah semuanya selesai, baru aku menyapu lantai perpustakaan. Belum selesai aku menyapu, tiba-tiba ada siswi-siswi kelas satu SMA Darussalam datang untuk mengadakan praktek di perpustakaan. Langsung saja aku menyilahkan mereka untuk mengambil tempat di barat rak buku yang menghadap ke utara. “Monggo mbak…, seng teng mriku empon di sapu” ucapku menewari mereka.
Satu persatu dari mereka dating dan duduk mengambil mencari tempat sendiri-sendiri. Tak lama kemudian, guru mata pelajaran mereka dating, namanya pak alfan. Ketika mereka sedang asyik mengerjakan tugas, tiba-tiba ada seorang guru yang belum aku kenal datang menanyakan bias tidak anak didiknya mengadakan praktek di perpustakaan. “Bisa pak” jawab pak jo tegas. (06/01/11)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...