Langsung ke konten utama

Happy Birthday My Self!

Nggak kerasa umurku udah 20 tahun....hehe

Malam selasa kemarin usiaku bertambah satu tahun lagi. Pada tanggal 8 Pebruari 1991 dulu aku lahir, sehingga usiaku saat ini telah genap 20 tahun, usia yang bisa dikatakan sepertiga usia. Hal ini jika mengacu pada usia rata-rata manusia sebagaimana usia nabi muhammad saw, nabi terakhir dalam ajaran islam, yakni 63 tahun .
Mulai dari malam itu (malam selasa) aku telah berniat untuk memberi surprise untuk diriku sendiri. Malam itu aku sengaja untuk berusaha tidur semalam suntuk. Tapi apa boleh buat, “maksud hati memeluk gunung, apalah daya tangan tak sampai” kedua kelopak mataku selalu menggodaku untuk memejamkannya walau sebentar, akhirnya tepat jam 04.00 WIS, saat lantunan ayat-ayat suci al qur’an berkumandang dari sound system pesantren Darussalam, yayasan pesantren yang aku tempati, aku terlelap.
Keesokan harinya, aku beraktifitas seperti biasanya, yakni ngaji (belajar) kitab al barzanji, satu kitab yang isinya mengagungkan nabi Muhammad SAW. Ba’da subuh, jadwal pembacanya (qori’) adalah Agus Munib Syafa’at, Lc. putra bungsu kyaiku dari istri pertama. Setelah itu, aku bergegas ke rumah salah satu penduduk sekitar pesantren untuk meminjam handpone (HP) karena aku ingin menghubungi kakakku, tapi aku agak sedikit kecewa, karena saat itu HP nya kehabisan pulsa.
Setelah semua aku jalani seperti biasa, jam sudah menunjukkan pukul 08.00 WIS, sudah saatnya aku pujian, sebagai tanda bahwa ngaji gelombang kedua dan ketiga akan segera dimulai. Kalau ngaji yang kedua dibaca oleh Ustadz H. Ali Asyqin, sedang yang ketiga oleh Ustadz Haniful Umam.
Pada jam 11.30 aku berangkat ke maqom pendiri pondok pesantren Darussalam, KH. Mukhtar Syafa’at guna untuk memanjatkan doa untuk agar tuhan memberikan keselamatan bagiku dan menjadikanku hamba yang selalu menaati seluruh perintahku dan menjauhi segala larangannya.
Memang sejak awal aku berencana pas waktu tanggal ulang tahunku esok aku mau mendaftarkan diri lagi sebagai anggota kompasiana walaupun sebenarnya aku sudah pernah mendaftar. Akhirnya setelah pulang sekolah diniyyah, aku nergegas ke warnet ATK-Net, tapi ketika aku tiba, aku lihat semua komputer terpakai, akhirnya nggak jadi.
Tapi, tak berhenti sampai di situ, setelah ashar aku mencoba untuk pergi ke warnet lagi, aku lihat ATK-Net yang aku sambangi tadi terlihat masih tutup. Aku terus berjalan mencari dimana warnet yang buka. Akhirnya setelah aku temui warnet pada antre semua aku bergegas ke family-net di situ aku ngenet untuk buat akun kompasiana sekaligus update status sekaligus buka kotak masuk di facebook untuk mengetahui siapa saja yang mengucapkan selamat pada hari ualang tahunku kali ini.
Setelah aku ngenet nya satu jam lebih, aku pulang karena saat itu adzan maghrib sudah berkumandang.
Happy Birthday My Self!

(Tulisan kecilku untuk mengabadikan apa yang aku alami pada hari ulang tahunku kali ini. Blokagung, 10 Pebruari 2011)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...