Langsung ke konten utama

Terlambat

Hari ini aku agak menyesal. Pasalnya, di pagi yang cerah ini aku datang terlambat ke perpustakaan. Hal ini disebabkan karena jam dinding di kantor MKD yang biasa aku tempati mati (energi baterainya habis). Tadi malam, aku berbincang-bincang dengan teman-temanku hingga larut malam. Ku menemani faiz yang sedang otak-atik corel draw 11 karena mau buat logo buat nama majalah dinding (mading) yang baru.
Awalnya, mading yang ada di pesantren Darussalam blokagung bernama AFKAR, karena suatu hal, nama itu dirubah dengan nama PEOPLE. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan pengalaman teman-teman redaksi, dirasa nama PEOPLE kurang bermakna dan berfilosofi, akhirnya dengan rundingan tiga pengurus mading mading tadi malam nama PEOPLE diganti lagi nama AFKAR. Walaupun keputusan ini bukan merupakan keputusan final, tapi au sendiri yakin, teman-teman kru akan mengiyakan usulan dari ketiga anggota kru yang mengusuylkan pewrubahan nama ini.
Rencananya, kumpulan kru akan diadakan malam ini di gedung IPMA yang berlokasi di depan antor keamanan. Kami memilih tempat itu karena tempat sangat strategis dan jauh dari keramaian. Yang akan menjadi topik pembahasan nanti malam adalah pembagian tugas untuk terbitan ke 14 dan pergantian nama itu. Sekedar untuk diketahui, kru mading yang berada di pesantren darussalam ini berjumlah 8 orang dan ardi sebagai ketuanya. Alhamdulillah, terbitan mading kami sudah keempatbelas kalinya. Kami terbit setiap dua minggu sekali atu sebulan dua kali.itulah sekedar mading seilas tentang majalah dinding yang ada di pesantren Darussalam Blokagung.
Kembali ke topik pembahasan awal. Karena tadi malam aku tidur kemalaman, tadi pagi aku bangun terlamabat, aku bangun sekitar jam 09.00 WIS. Sebenarnya, aku tak tahu pasti jam berapa saat itu, aku bisa mengatakan saat itu jam sembilan karena terdengar olehku suara pengajian oleh Ustad Aly Asyqin. Menurut kebiasaan, beliau (pak asyiqin) memulai ngaji jam 08.30 dan berakhir jam 09.30 WIS.
Ketika aku bangun, aku sangat kaget dan menyesal sekali atas kerelambatanku bangun hari ini. Melihat sudah terlambat bangun, aku langsung ambil baju muslim yang aku taruh di atas almari MKD dan saat itu juga aku bergegas ke belumbang untuk cuci muka dan selanjutnya aku langsung berangkat ke perpustakaan.
Ini akan selalu menjadi pelajaran bagiku untuk tidak tidur malam-malam lagi. (10/01/11)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...