Di pagi dini hari ini saya berniat untuk tidak tidur sampai matahari memperlihatkan cayahanya. Saat ini, jam dinding di kantor media kepenulisan Darussalam menunjukkan pukul 01.30 WIS. Saya sangat capek sekali karena dari mulai jam 20.30 WIS saya tidur dan baru bangun barusan ini.
Setelah saya melihat komputer yang ada di kantor redaksi kok nggak di pakai, tiba-tiba ada keinginan untuk menulis tanpa tahu apa yang akan saya tulis pada catatan kecil saya kali ini. Tapi dari kemarin saya berkeinginan untuk menuliskan apa yang dikatakan ayah saya kepada saya beberapa waktu yang lalu.
Begini ceritanya. Sekitar dua bulan yang lalu, waktu saya berbincang-bincang dengan ayah saya tentang rencana kuliah saya di mesir, tiba-tiba ayah saya mengatakan suatu hal yang menurut saya beliau tak pernah mengatakan sebelumnya kepada saya dan mungkin kepada semua anaknya. “kalau bisa kamu besok harus seperti paman kamu itu, jadi PNS yang gajinya tiap bulannya sudah ada yang jamin. Kalau bisa jangan seperti ayah, jadi seorang petani yang penghasilan tiap bulannya nggak mesti, ya karena petani itu menggatungkan nasibnya pada alam nak, sedangkan alam saat ini sudah tak menentu. Ya boleh sih jadi petani, pokonya hanya jadi pekerjaan sampingan, jangan jadi pekerjaan utama”, itu kurang lebihnya apa yang dikatakan ayah saya.
Setelah mendengar hal itu, sepertinya ada satu ransangan yang masuk pada diri saya. “saya harus jadi orang sukses. Kalau ayah saya ingin saya menjadi PNS atau bahasa gampangnya GURU lah, maka saya harus jadi gurunya guru (dosen)” itu yang terlintas di hati saya saat itu.
Saya yakin, menjadi hasrat dan keinginan setiap anak, pasti ingin membahagiakan orang tuanya. Juga, tak ada orang tua yang menginginkan anaknya sama dengan orang tuanya saat ini. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang yang lebih sukses dari orang tuanya. Saya yakin itu.
Mungkin hanya ini yang bisa saya tuliskan dalam catatan kecil saya kali ini. Tak terasa jam dinding warna putih yang terpasang di dinding itu sekarang sudah menunjukkan pukul 01.51 WIS.
Walhasil, mulai saat ini saya harus jadi orang sukses demi untuk membahagiakan orang tua saya. Giman menurut anda??
*Sebuah catatan kecil saya untuk mengingatkan diri bahwa saya harus menjadi orang yang sukses demi orang tua.
(Blokagung, kala dini hari. Kamis, 24 Pebruari 2011)
Abdurrahman Al Ahbary (nama pena)
Komentar
Posting Komentar