Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Jomblo Itu Strong, Lho!

Ada yang mengatakan jomblo itu menyedihkan. Itu kata orang. Kalau kata aku beda. Jomblo itu bukan menyedihkan, namun mengenaskan. Hehe. Entah dari mana kok ada kata itu. Setauku, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBIH) nggak ada tuh. Dalam kitab suci agama apapun juga tak ada. Kecuali kata yang mirip atau semakna dengannya, mungkin   ada.

Empat Tipe Kecantikan Wanita

Tulisan ini saya buat atas permintaan seorang teman di BBM. Dia meminta saya untuk menafsirkan PM saya di BBM siang tadi. Sebelum ndakik-ndakik lebih banyak, saya ingin menceritakan apa yang saya tulis tadi. “Hasil survey sementara, cantik itu ada 4 macam, yaitu: cantik sejati, cantik alami, cantik ngapusi, dan cantik bermasalah. Anda tipe yang mana?.”

10 Muharram: Who Are You?

Sepuluh Muharram pasti menjadi event bermakna bagi seluruh santri PP. Darussalam Banyuwangi. Pada malam tanggal itu, seluruh santri putri mengunjungi asrama santri putra. Kegiatan ini biasanya menjadi event bagi seluruh asrama putra untuk berbenah. Menata kembali kelengkapan administrasi di asrama masing-masing. Juga, tentunya keindahan dan kerapian kamar dan asrmanya masing-masing. Dinding-dinding dicat ulang, struktur personalia diketik ulang, foto-foto yang terpampang di dinding diganti dengan yang terbaru, dan lain sebagainya.  

Jangan Hanya Bersyariat!

Sekedar curhat. Saya orang yang kaku. Namun saya tak suka orang yang kaku, peraturan yang kaku, dan semua yang bekaitan dengan kaku-kaku. Memang lucu sih. Tapi itulah saya. Terserah orang mau bilang apa. Dalam pandangan hidup dan pengalaman yang saya alami, orang yang kaku adalah orang yang hidupnya tertekan dan diliputi tuntuntan dan tuntutan.

Media Oh Media

Mungkin sudah menjadi budaya di negeri ini bahwa media adalah segala-segalanya. Semua yang sudah diliput media akan dianggap sebagai sesuatu yang “wah”, keren bin beken. Juga, medialah yang akan menjadikan sesuatu hal itu pantas dianggap besar atau kecil.

Godaan Mengedit Naskah

Dalam sebuah seminar jurnalistik yang pernah saya ikuti, di sana dijelaskan bahwa salah satu godaan dalam menulis yang harus kita hindari adalah: selalu mengedit dan mengdit naskah yang kita tulis. Ini biasanya dilakukan oleh mereka yang kurang terbiasa menulis. Kalau yang terbiasa menulis, pasti juga pernah, tapi itu kan dulu.

Mengapa Lomba Agustusan Menggunakan Bahan-Bahan Sederhana? Ini Lima Alasannya

Bulan agustus adalah bulan ulangtahun Negara kita Indonesia. Semua bersorak gembira menyambut dan memperingatinya. Tentunya dengan cara-caranya masing-masing. Ada yang dengan aktivitas keagamaan, akademis, kesenian, dan bahkan tak sedikit yang meramaikannya dengan aneka perlombaan, seperti balap karung, panjat pinang, makan kerupuk, pukul bantal, dan lain sebagianya.

Dirgahayu Indonesia ke-70 dan Konsistensi Menulis

Menulis adalah hal yang mudah-mudah sulit. Mudah karena yang memang mudah. Sulit karena ya memang sulit. Eh, itu mah bukan jawaban. Hehe. Yang penting begitulah tentang menulis. Gampang-gampang sulit. Di hari kemerdekaan NKRI yang ke-70 ini, harapan saya adalah semoga saya bisa istiqomah menulis. Itu saja. Menulis apa saja. Apa saja yang bisa ditulis. Dan semoga bisa bermanfaat bagi orang lain. Ada sebuah kata bijak yang mengatakan, “Hiduplah sebagai penulis dan mati layak ditulis.” Dalam menulis itu yang sulit konsistensinya. Atau dalam bahasa agama islam disebut istiqomah. Semoga saya bisa istiqomah. Istiqomah dalam menulis. Juga, dalam semua kebaikan. Amin. Ya Rabbal ‘alamin. Dirgahayu Indonesia ke-70 Tangerang Selatan, 17 Agustus 2015. Pukul 23.57 WIB