Langsung ke konten utama

Keindahan Malam Darussalam

Inilah salah satu asrama di pesantren Darussalam

Dini hari, aku bangun tidur jam 02.30 WIS. Jarang-jarang aku bangun tidur jam segitu. Hal ini karena tadi malam aku tidur mulai setelah maghrib, sekitar jam 06.45 WIS. Semangat tidur sangat menggebu-nggebu karena mulai hampir maghrib terjadi pemadaman (mati lampu). Jadi bisa di-katek-lah aku tidur. Bayangkan saja, mulai jam 06.45 sampai 02.30 WIS, ya sekitar 7 jamlahlah. Puas bener...
Dari bangun tidur aku langsung ambil air wudlu’ tuk menunaian sholat isya’ dan sholat hajat. Ketika sholat, aku merasaan suatu yang aneh, suatu yang sepertinya sebelumnya belum pernah aku alami. Apalagi pas ketika habis sholat, di masjid Ar-Rodloh, masjid pondo pesantren darussalam blokagung terdengar lantunan bacaan al qur’an mbah mahasin yang sangat khas. Di tambah lagi, ada teman-teman santri yang sedang asyik ngobrol dengan di ntemani makanan ringan, enatah apa yang mereka makan, tapi sepertinya apa yang mereka perbincangan kelihatan sangat asyik. Terbukti sesekali terdengan suara tawa dari mereka. Ada lagi, kang ropik, si etua media kepenulisan darussalam (MKD) yang sedang menikmati proses hafalan alfiyyah, sebuah kitab gramatikal arab yang sarat dengan kelebihannya, kitab karangan imam ibnu malik yang berisi 1002 nadlom.
Setelah itu mengambil al qur’an di kamar lantas aku baca di kantor MKD. Ketepatan di antor saat itu ada faiz yang sedang otak-atik komputer dan ardi yang sedang nonton film di netbooknya. ketika mereka asyik dengan pekerjaan mereka, aku mencoba untuk ikkutan berasyik-asyi ria dengan pekerjaanku sendiri, yaitu hafalan al qur’an.
Pertama-tama aku membaca satu halaman dengan berulang kali, dengan tujuan besok setelah shubuh aku mulai menghafalnya. “ingin hati memeluk gunung, apalah daya tangan tak sampai”, mungikn itulah satu pribahasa indonesia yang sangat cocok untuk menggambarkan keadaanu tadi malam. Sebenarnya aku ingin tidak tidur sampai sholat shubuh tiba, tapi apalah daya, syetan menggodaku untuk sebentar saja memejamkan kedua mataku. Akhirnya, aku tertidur juga.
Dan paginya, auk bangunn agak kesiangan. Tepatnya, aku tidak mengiuti jama’ah sholat shubuh di masjid. Dan paginya, aku langsung memepersiapkan diri untuk ke setoran di rumah pak imam. Setelah itu aku melaksanakan kebiasaanku di pagi hari, yaitu pergi ke pasar nganter saudara beli bubur. Inilah kesibuanku hari ini (03/01/11)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...