Nasi goreng menjadi makanan favorit santri Blokagung,
apalagi makannya setelah kumpulan, ehm... mak nyus!!
Berhubung ada halangan tadi, kemi mencoba memindah acara di gedung induk. Tapi lagi-lagi ada kendala. kami disibukkan dengan masalah perizinan. kata seorang anggota keamanan yang melayani perizinan, beliau tidak berani mengizini bila acara kumpulan di gedung induk. Dan akhirnya, dengan berbagai pertimbangan kami memilih suatu tempat yang sangat strategis, yaitu di atas gedung madrasah barat (GMB).
Acara tadi malam, bisa datakan cukup panas. Pasalnya, terjadi berbagai perbedaan pendapat di antara anggota kami. Tapi, menurutku, ya maklumlah namanya kumpulan, ya mesti ada perbeadaan pendapat. aku tadi malam tak mengikuti ukmpulan seja awal acara, dikerenakan aku bertuigas tuk beli konsumsi kumpulan (nasi goreng). Aku tiba kira-kira 20 menitan menjelang kumpulan berakhir. Terbukti, pas aku datang topik pembahasan sudah seputar isi mading, dan itupun sudah hampit selesai. Setelah tentang isi mading selesai dirapatkan, topik pembahasan ganti seputar program ke depan, dan inilah saat-saat terjadi perdebatan sengit.
Salah satu dari anggota people mengusulan, bagaimana kalau ita membuat satu komunitas sastra yang bergelut di seputar puisi, novel, dan lain-lain, pooknya tentang sastra.tapi permintaan itu ditolak oleh sebagian besar anggota rapat. Dan inilah asal mula perbedaan pendapat kami. Acara semakin panas, tatkala si pengusul bersikeras untuk mempertahanan usulannya, tapi dia tetap saja kalah karena tak mendapat persetujuan anggota rapat. Acara diakhiri dengan makan nasi goreng ala buk mar. Nasi goreng terasa lebih nikmat dengan lauk krupuk. (04/01/11)
Komentar
Posting Komentar