Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Pembentukan Pengurus BQ ‘10

Tadi malam, di bayt al-Qur’an diadakan pemilihan pembntukan pengurus untuk angkatan ke 10. Kegiatan pemungutan suara ini dimulai setelah isya’, sekitar pukul 19.45 WIB, dan bertempat di aula BQ. Datang terakhir, saya mengambil tempat duduk di belakang. Karena memang untuk kali ini saya pengen duduk di belakang. Takutnya,

Sleman Yogyakarta

Alhamdulillah, saya hari ini udah nyampek Jogja. Saya berangkat ke Jogja kemaren pagi, sekitar jam 07.00 WIB. Perjalanan ke Jogja saya kali ini merupakan perjalanan saya yang pertama. Saya sangat bersyukur sekali karena pas di stasiun Stail saya bertemu dengan Farih, seorang temen yang rumahnya dekat pesantren Blokagung (tempat saya belajar) dan sekarang sedang kuliah di UGM jurusan sastra arab.

Akibat Gonta-Ganti Tanda Tangan

Barusan aku saya dari Condong Catur Sleman, dari rumah kontrakannya teman. Pas mau ke kosnya teman saya satunya lagi, ternyata dia lagi nggak ada di kos, lagi di kampus, ada ujian. Ya terpaksa harus nunggu dulu deh. Pikir saya, dari pada nunggu, mending cari warnet aja, sekedar browsing lah..... Pas mau cari warnet, eh...lha kok ngelihat toko buku yang berada di sekitar UIN Sunan Yogyakarta. Ingin saya sih, mau cari buku, eh....lha kok ngelihat bank mu'amalat, Pas, saya kan kemaren mau buka rekening di bank yang menggunakan akad islam itu. Saya masuk dan dilayani oleh petugasnya. Tadi pas, suruh ngisi kolom tanda tangan, ternyata tanda tangan saya harus sama dengan yang ada di KTP, kan tanda tangan saya sudah saya ubah beberapa bulan lalu. Ya...harus ngulang, Untung nggak harus ngulang ngisi biodatanya, cukup tanda tangan di samping tanda tangan yang awal tadi, tanda tangan yang salah tadi. Itu belum seberapa, pas saya diminta untuk ngisi tanda tanga...

Sory Banget kalo Aku Jarang Nulis

Maaf pren, kalo aku jarang nulis. Coz, aku sekarang memasuki dunia baru yang amat berbeda dengan duniaku sebelumnya. Aku jarang megang komputer, jadi ya jarang nulis. Sebenarnya aku pengen aktif nulis di kompasiana, tapi inilah duniaku sekarang, kawah condrodimuko. Sory banget ya.... Sleman, 28 Juli 2011

Berarti Itu Menulis

Biasanya, dalam menggunakan jejaring social seperti facebook dan twitter, kita tak lupa menuliskan status dan isinya beragam, mulai dari berita, keluh kesah, curhat, bahkan tak jarang yang hanya sekedar iseng-iseng belaka. Status yang kita tulis biasanya bertujuan agar orang lain mengetahhui keadaan kita, apakah kita lagi kesal, senang, galau, dimana, dan lagi ngapain. Status itu berarti menulis. Bagi yang lagi ingin menyatakan cinta pada seseorang, biasanya ia akan lebih menyukai pengungkapan dengan cara surat dari pada dengan kata-kata. Mengapa? karena (pengalaman nih, cie..) pertama, kalau bahasa surat itu lebih bisa terhindar dari gugup dan grogi saat berkata. Kedua, kata-kata yang diungkapkan akan terlihat lebih indah, lebih puitis, dan lebih romantis, karena memang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Surat berarti itu menulis. Bagi seoarang entrepreneur, promosi adalah hal yang wajib dilakukan untuk mengenalkan produk kita pada calon pelanggan. Ada banyak car...

Makan Sahurlah Walaupun Sedikit

Puasa merupakan rukun islam yang ke empat yang harus dilaksanakan bagi semua umat islam yang telah memenuhi syarat. Puasa adalah mengekang hawa nafsu dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (semisal makan, minum, bersetubuh, dan lain-lain) yang dimulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Dalam puasa kita disunahkan untuk melakkukan makan sahur, yaitu makan yang kita kerjakan sebelum dimulainya puasa (terbit fajar), dan ini hukumnya sunah. Saya selalu menyempatkan diri untuk ‘bisa’ dan ‘mau’ makan sahur. Alhamdulillah sampai hari ini, hari ke dua puluh sembilan ini seingat saya, saya tidak pernah tidak makan sahur. Saya selalu menyempatkan walaupun hanya sedikit. Tadi saya bangun jam tiga, namun karena masih ngantuk dan waktu masih ‘panjang’, akhirnya saya tidur lagi, hehe... Setelah agak puas tidur yang kedua kalinya, salah satu teman saya membanggunkan saya (saya kan tinggal di pesantren, jadi ya banyak teman), “Hud, udah sahur belum..??” Mend...

Berkat Kompasiana, Saya Dapat Rp. 2 Juta

Di awal tulisan ini, akan saya menjelaskan bagaimana perkenalan saya dengan media sosial Kompasiana. Dulu, sewaktu belajar di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi Jawa Timur, sekitar tahun 2008, saya punya teman, namanya Bisri Ichwan. Saat itu (dan sampai sekarang) Cak Bis, panggilan akarabnya, hidup di Mesir, kuliah di univetsitas Al Azhar Kairo Mesir. Saat itu, setiap saya melihat statusnya di facebook, saya selalau melihat ada tautan di situ, dan tautan itu adalah tulisannya di kompasiana. Saya memang tertarik dengan dunia luar negeri, apalagi Mesir. Sekedar menambahkan, saya dulu juga pernah mengikuti seleksi beasiswa kuliah di sana, tapi, belum takdirnya untuk lulus. Karena memang saking senangnya dengan Mesir, saat itu saya selalu hampir tak pernah ketinggalan membaca tulisan teman saya itu. Alasannya sepele: karena selalu ‘berbau’ Mesir. Itu saja. Dan itulah yang membuat saya tau akan keberadaan Kompasiana. Dan, setelah saking seringnya membaca tu...

Pasrah

Malam ini Tak seperti biasanya Tak ada lagi ayah dengan candanya Tak ada ibu dengan ceritanya Ya ada hanya sepi semata Gundah nan menyayat Harus kemanakah diri ini?? Jalan masih panjang Hambatan sudah pasti menghadang Hanya berharap pada yang di atas sana Sang pencipta alam semesta Terserah engkau ya rabb.. Akan engkau kemanakah diri ini

Catatan dari Pojok Pendopo

Tak seperti biasanya. Malam ini, malam minggu yang ramai. Biasanya malam minggu spt ini, adik2 tingkat sekolah sedang belajar. Mempersiapkan pelajaran untuk hari esok. Maklum, di pesantren saya saat ini, pondok pesantren Al Jauhar, hari minggu sekolah. Tidak libur. Hari jumatlah yang menjadi gantinya. namun, untuk malam ini, malam minggu langka. Mengapa? Karena mereka sedang pada ujian. Ujian akhir semester. kalau uas peraturannya spt sekolah pada umumnya. Hari minggu libur. hari jumat sekolah. Ini karena soal ujian langsung dari kabupaten. Jadi harinya pun juga harsu ikut kabupaten. berhubung libur, kegiatan mereka pun ''nafsi2'' alias sendiri2, alias terserah. Ada yang mengaji, ngobrol, belanja di angkringan, dan bnyak lg pokoknya. tulisan ini saya tulis di pendopo pesantren. Pendopo yang menjadi sentral kegiatan. saya menyebut mereka adik2 karena mereka lebih muda ketimbang saya. itu dari segi umur. Dari segi yang lain, yang banyak lah pokoknya. Ini du...

''Sakti'' di Era Globalisasi

Sakti. Saya yakin semua orang pengen jadi sakti. Namun, saat ini, sakti sdh tdk bs d tafsirkan sbg org yg hebat fisiknya. Tahan bacok, peluru, atau sjnisnya. Kata org jawa: ''Papak paluning pande. Ditembak lakak2. Dibedil mencicil''. Sakti, di era globalisasi ini, sudah tdk lg spt itu. Sekarang, orang disebut sakti kalo pintar. Punya titel pendidikan berderet-deret. Jabatannya tinggi. Uangnya banyak. Punya pengaruh di masyarakat. Itulah sakti sesungguhnya saat ini. Mengapa terjadi perbedaan tafsir? Ya karena zamannya sudah berbeda. Sudah tidak lagi spt dulu. Kalau dulu, orang diresahkan dengan adanya pencuri. Penjambret. Perampok. dan seluruh kejahatan fisik lainnya. Sehingga mau tak mau, suka ak suka, orang yang hidup di zaman itu harus mengimbanginya. Harus punya ilmu kanuragan yang cukup. Harus bisa menghilang. Harus tahan bacok. Harus bisa berjalan di atas air. Dan sederet kata ''harus'' laiannyya. Sekitar tahun 1998, di tanah kel...

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...

Pembukaan Bayt al-Qur’an

Hari ini adalah hari pembukaan Pondok Pesantren Bayt al-Qur’an, salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Pusat Studi al-Qur’an, asuhan Prof. Dr. Quraish Shihab. PP. Bayt al-Qur’an kali ini adalah yang ke-10. Kali ini, pembukaan pesantren yang beralamatkan di Pondok Cabe Tangerang Selatan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pembukaan tahun ini, dibarengkan dengan berbagai jenis kegiatan lainnya, yaitu: pembukaan Halaqoh Tafsir, PPL mahasiswa semester akhir IAIN Surakarta yang ke-2, dan program Pendidikan Kader Mufassir (PKM) ke-10. Dimulai sejak pukul 09.30 WIB, acara diawali dengan pembacaan “Murottalul Qur’an”, atau dalam bahasa jawa disebut dengan “Nderes Qur’an”. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan asma’ul husna. Barulah setelah itu, dimulailah acara halaqoh tafsirnya. Halaqoh tafsir ini adalah acara yang majelis taklim yang kebanyakan dihadiri oleh ibu-ibu. Walalupun begitu, juga ada ada peserta yang dari bapak-bapak, namun jumlahnya cuma sa...

Lebaran: Different Pound, Different Fish

Lebaran di Indonesia dirayakan dengan berbagai macam cara. Ada yang saling silaturrahim. Ada yang jalan-jalan ke tempat wisata. Ada yang hanya sungkem kepada orang tua. Tapi ya itulah Indonesia, bermacam-macam tapi tetap satu jua. Di daerah saya, Banyuwangi, lebaran dirayakan dengan cara saling ngelencer -satu makna dengan silaturrahim. Tradisi ngelencer ini, biasanya sudah dimulai sejak selesai sholat idul fitri. Yang berlaku di daerah saya, hari pertama silaturrahim ke para tetangga. Kanan kiri rumah. Walaupun hanya ke tetangga, tapi ya bisa menghabiskan waktu seharian full . Ya maklum lah, la wong namanya   tetangga. Malah, karena saking banyaknya tetangga yang harus dilenceri, biasanya tembus sampai larut malam. Biasanya silaturrahim di daerah saya, terakhir open house-meminjam istilah para pejabat-jam sembilan malam. Namun, untuk hari pertama ini, terkadang juga ada yang berbeda. Misalnya, kalau kepada orang yang lebih tua-orang tua, nenek, atau yang lainnya-wa...

Agama dan Kebaikan

Di dunia ini, ada dua hal yang selalu berkaitan dengan kehidupan manusia: kemungkinan dan ketidakmungkinan. Kalau bicara ini, kita tidak lagi dihadapkan pada pertanyaan bisa atau tidak bisa. Karena kemungkinan tidak ada kaitannnya dengan kebisaaan/kemampuan. Kadang, jika manusia berhadapan dengan masalah “kemungkinan” ini, ia acap kali putus asa. Menganggap semua itu tidak mungkin. Padahal tidak seperti itu, asalkan ia mau percaya pada sesuatu kekuatan yang tiada tara, yaitu tuhan. Jika seseorang bertuhan, ia pasti tak akan mudah putus asa, kecil harapan, atau gamang dalam menjalani hidup ini. Namun, sebaliknya, jika seseorang tak percaya adanya tuhan, ia acap kali sombong. Semua diukur dengan otaknya. Dan pada saat seperti iniah, jika ia mengahadapai sesuatu yang sulit, ia acap kali putus asa. Jadi, tuhan adalah kekuatan maha dahsyat. Tak ada yang bisa menandinginnnya. Tak ada yang serupa dengan-Nya, dalam segala hal. Pada tulisan kali ini, saya tidak membahas mana ag...

Mengapa Saya Yakin Jokowi Presiden?

Mungkin judul di atas terlalu mengada-ngada bagi anda. Tapi menurut saya tidak. Saya tidak syukur njeplak (nyeplos/bicara) mengucapakan itu. Ada dasarnya. Ada pedomannya. Setidaknya ada dua alasan yang menjadikan saya benar-benar yakin. Ini dia: Pertama , Jokowi pernah diberi songkoknya Gus Dur. Ini menunjukkan bahwa Jokowi bukan orang sembarangan. Karena dalam tradisi yang saya anut, seorang yag diberi sesuatu oleh seorang wali (saya meyakini bahwa Gus Dur itu wali. Mungkin lain kali saja saya menjelaskan yang ini), pasti itu ada maksud yang tersembunyi dibaliknya Ada apa dengan songkok? Apa kaitannya dengan presiden? Songkok tempatnya di kepala. Berarti songkok selalu ada kaitanya dengan kepala. Dan dalam kontek ini, saya kaitkan dengan kepala suatu daerah/pemimpin. Kedua, Gus Dur-yang notabene seorang wali-pernah mengatakan bahwa Jakarta akan dipimpin oleh seorang tionghoa. Lha, saya langsung mengaitkan dengan item pertama di atas. Benini logikanya: Ahok kan Tionghoa....