Langsung ke konten utama

Pembukaan Bayt al-Qur’an


Hari ini adalah hari pembukaan Pondok Pesantren Bayt al-Qur’an, salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Pusat Studi al-Qur’an, asuhan Prof. Dr. Quraish Shihab. PP. Bayt al-Qur’an kali ini adalah yang ke-10.
Kali ini, pembukaan pesantren yang beralamatkan di Pondok Cabe Tangerang Selatan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pembukaan tahun ini, dibarengkan dengan berbagai jenis kegiatan lainnya, yaitu: pembukaan Halaqoh Tafsir, PPL mahasiswa semester akhir IAIN Surakarta yang ke-2, dan program Pendidikan Kader Mufassir (PKM) ke-10.
Dimulai sejak pukul 09.30 WIB, acara diawali dengan pembacaan “Murottalul Qur’an”, atau dalam bahasa jawa disebut dengan “Nderes Qur’an”.
Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan asma’ul husna. Barulah setelah itu, dimulailah acara halaqoh tafsirnya.
Halaqoh tafsir ini adalah acara yang majelis taklim yang kebanyakan dihadiri oleh ibu-ibu. Walalupun begitu, juga ada ada peserta yang dari bapak-bapak, namun jumlahnya cuma satu dua. Dan karena telah libur selama ramadlan dan lebaran kemaren, makanya saat ini dibuka kembali. Halaqoh diadakan tiap hari rabu pagi.
Untuk kesempatan kali ini, halaqoh tasirnya diisi oleh bapak Dr. Khusnul Hakim. Beliau adalah Dekan fakultas Usuluddin PTIQ jakarta.
Tema halaqoh tafisr kali ini adalah halal bi halal. Menurut beliau, halal bi halal adalah isitilah dalam bahasa arab yang mungkin orang arab sendiri belum pernah mendengarnya. “Halal bi halal adalah produk asli Indonesia”, kata beliau.
Dan dalam setiap event lebaran, ada sesuatu yag salah kaprah. Yaitu terkait dengan ucapan lebaran. Menurut beliau, kalimat “Minal ‘aizdin wal faizin” itu artinya bukan “mohon ma’af lair dan batin”. “Artinya adalah semoga kita tergolong orang yang “kembali” dan beruntung”, tambah beliau.
***
Usai acara halaqoh tafsir, barulah acara pembukaan Bayt al-Qur’an dan program-program diatas dilaksanakan. Namun sebelumnya, diadakan beberapa sambutan oleh “orang-orang” penting. Diantaranya adalah dari dosen IAIN Surakarta yang kebetulan sedang mengantarkan “anak buah”-nya untuk melaksanakan PPL di Bayt al-Qur’an.
Dan yang kebagian tugas membuka program pagi tadi adalah Habib Husain Ibrahim. Sebelum membuka, beliau mengatakan bahwa tugas-tugas orang sekarang lebih berat ketimbang orang-oranng dulu. Sekarang banyak aliran-aliran yang keras, termasuk ISIS. “Kalau kita ini moderat” kata beliau.
Acara berakhir pukul 12.00 dan dilanjutkan dengan salat duhur berjama’ah.
Tangerang Selatan, Rabu, 13 Agustus 2014. Pukul 23.26 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...