Langsung ke konten utama

Sleman Yogyakarta

Alhamdulillah, saya hari ini udah nyampek Jogja. Saya berangkat ke Jogja kemaren pagi, sekitar jam 07.00 WIB. Perjalanan ke Jogja saya kali ini merupakan perjalanan saya yang pertama. Saya sangat bersyukur sekali karena pas di stasiun Stail saya bertemu dengan Farih, seorang temen yang rumahnya dekat pesantren Blokagung (tempat saya belajar) dan sekarang sedang kuliah di UGM jurusan sastra arab.
Farih saat itu sedang kembali ke Jogja untuk menyelesaikan tanda tangan skripsinya sekaligus sedang mengantar adek misanannya kembali ke Jogja. Jadi, kami bertiga. Saya sangat terbantu sekali dengan adanya Farih, karena dia kan sudah pengalaman ke Jogja.
Kami tiba di stasiun Lempuyangan sekitar jam 22.00 WIB. Dan alhamdulillah selang tidak begitu lama saya dijemput teman saya, Rodli yang juga kuliah di Jogja, tepatnya di UIN Yogyakarta. Saya sama Rodli langsung meluncur ke tempat kosnya Rodli. Sedang Farih akan ke Magelang untuk mengantar adek misanannya itu.
Setibanya di tempat kos temanku itu saya langsung mengistirahatkan badan sambil melihat Rodli mengotak-atik netbook miliknya. Karena di tempat kosnya terpasang jaringan hostpot jadi ketika Rodli tidur, saya yang menggunakan nerbook merah miliknya itu, alhamdulillah dapat pinjaman gratis, hehe.
Brosing kesana kemari, buka facebook, kompasiana, ditpertais.net dan buka-buka email. Memang itulah alamat-alamat yang sering saya kunjungi ketika saya sedang menggunakan internet. Nggak terasa tadi malam saya internetan sampai sekitar jam 01.30 WIB dini hari. Tapi alhamduilallah saya berhasil mendownload materi blogshop kompasiana-telkomsel di Malang tanggal 18 juni kemaren (bagi yang mau mendapatkannya, silahkan download sendiri di www.slideshare.com/iskandarjet). Namun yang berhasil saya download hanya “kiat menulis cepat”nya, sedang yang lainnya ada sih yang dapat saya download, tapi ketika saya buka nggak bisa, nggak tau kenapa, mungkin downloadnya kurang sempurna. Tapi nggak apalah, udah bisa ngedapetin meteri blogshop yang bertempat di hotel Ollino Garden Malang kemaren, walaupun cuma satu.
*Catatan perjalanan saya ke Jogja.
(Sleman Yogyakarta, kala adzan dhuhur berkumandang. 12.04 WIB. 26 juni 2011)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...