Tadi malam, di bayt al-Qur’an diadakan pemilihan pembntukan pengurus untuk angkatan ke 10. Kegiatan pemungutan suara ini dimulai setelah isya’, sekitar pukul 19.45 WIB, dan bertempat di aula BQ.
Datang terakhir, saya mengambil
tempat duduk di belakang. Karena memang untuk kali ini saya pengen duduk di
belakang. Takutnya,
nanti kalau duduk di depan dijadiin ketua, hehe. Acara tadi malam dibuka oleh Ustadz Abdurrahim.
nanti kalau duduk di depan dijadiin ketua, hehe. Acara tadi malam dibuka oleh Ustadz Abdurrahim.
Langkah awal yang diambil adalah menentukan bakal calon. Dari sekitar 27 santri BQ ’10 dimbli beberapa nama yang sekiranya pantas dijadikan bakal calon. Model penentuan bakal calonnya adalah setiap santri diberi tugas untuk menunjuk siapa saja yang dia anggap pantas. Atau bahasa gampangnya, terserah masing-masing santri mau milih siapa. Setelah kertas dibagikan dan semua santri telah menentukan plilhannya, akhirnya terkumpulah baberapa nama. Diantaranya: Imam, Ali, Sholihin, Ridlo Anshori, Thola’, Sems, dan siapa lagi saya agak lupa.
Penentuan bakal calon tadi malam terlihat
ramai banget. Karena semua santri menginginkan untuk tidak jadi ketua.
Alasannya sepele sih, ketua itu sibuk. Hehe. Itu pendapat saya. Tapi saya kira
pendapat teman-teman BQ juga seperti itulah. Saya yakin seyakin-yakinnya.
Tadi malam saya memposisikan diri
sebagai penggembira saja. Tukang teriak-teriak. Tukang profokator (dalam makna
yang bukan sebenarnya). Tukang moyo’i. Pokoknnya yang paling banyak omonglah,
hehe.
Dari semua bakal calon yang telah
terpilih, dipilihlah beberapa bakal calon yang akan dijadikan calon. Ada yang
usul, calonnya 2 saja. Namun ada juga yang menngatakan 4 orang. Dan akhirnya
disetujuilah 4 calon. Mereka adalah: Imam, Ali, Hamid, dan Sholihin.
Sebelum pemilihan dimuali, semua
calon diminta maju kedepan untuk memberuiakn kat sambutannya. Pertama yang
memebri sambutn adalh ali, diteruskan imam, hamid, dan yanng terakhir
sholihihn.
Dari semua calon yang memberi
kata sambutan, mereka seakan semua mengatakan, “jangan pilih saya”. Kampanye
kok gitu ya, hehe.
Karena saya memposisikan diri
sebagai profokator, penggembira, dan peramai acara (atau bahasa nakalnya:
pembuat gaduh), setiap calon yang memberikan kata sambutannya, saya teriaki
dengan teriakan yang terkesan lucu.
Ali saya katakan rendah hati.
Imam, berwibawa. Hamid, merakyat. Dan inilah yang terakhir, Shoihin. Julukan
apa yang saya berikan kepada Sholihin? Ada yang tahu? Ah, pasti ya nggak ada
lah. Ia saya katai, “macan asia”. Ini saya ambil dari julukan yang dinobatkan
pada calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto. Tak pelak, semua santri
ketawa. Sebenarnya tujuan saya agar lucu saja. Namun saya juga tak menutup
kemungkinan, mungkin ada beberpa yang kecewa dan sakit hati. Dan inilah yang
saya takutkan dari mengatai orang. Memang kadang humor yang berlebihan itu
nggak baik. Tapi apa yang semua saya katakan, saya sudah mengukurkaya. Mana
yang lucu. Dana mana pula yang bisa menyakiti hati dan membuat orang tersinggung.
***
Pemungutan suara pun dimulai.
Sama seperti cara pemungutan suara untuk bakal calon sebelumnya: semua santri
diberi sepotong kertas dan diminta untuk menuliskan siapa nama calon
pilihannya. Kalau saya memilih saudara Imam. Ia saya anggap dewasa dan
bijaksana.
Setelah pemungutan selesai
barulah dimulai penghitungan suara. Momoent ini tak kalah ramai dengan yang pas
penghitungan suara bakal calon sebelumnya. Semua santri teriak-teriak tanda
menikmati acara tadi malam.
Hasil akhir penghitungan suara
tadi malam adalah:
1. Imam, memeperoleh suara 14
2. Ali Ma’ruf, memeperoleh suara 9
3. Sholihin, memeproleh suara 2
4. Hamid, memeproleh 2
Saudara Imam lah yag terpilih
menjadi ketua. Setelah itu, oleh para ustadz dan pengurus BQ, ketua terpilih
diberi wewenang dan kekuasaan untuk menentukan siapa saja yang akan diangkat
menjadi pengurus. Bahasa kerennya: pembentukan kabinet, hehe.
Imam menunjuk Ali sebagai
wakilnya. Dan dengan Ali lah, Imam menentukan siapa saja pengurus-pengurusnya.
Da inilah hasil pembentukan
kabinet tadi malam. Kabinet untuk menjadi pengurus BQ angkatan 10 ini:
Ketua: Imam
Wakil: Ali
Sekertaris: Sems
Bendahara: Hamid
Seksi Ubudliyyah: Ridlo
Seksi Kebersihan: Huda (saya
sendiri, hehe)
Seksi Keamanan: Sholihin
Setlah acara pemungutan suara
selesai, diakhirilah acara tadi malam. Semua santri diperbolehkan kembali ke kamar.
Tapi untuk yang terpilih menjadi pengurus, diharapkan untuk tinggal di aula
dulu, guna unntuk rapat perdana pengurus sekaligus pembagian jobs decription.
Tangerang Selatan, 16 Agustus
2014. Pukul 06.56 WIB.
Tanggal Edit: 24 Agustus 2014.
22.37 WIB. Di perpustakaan BQ.
Komentar
Posting Komentar