Langsung ke konten utama

Berarti Itu Menulis


Biasanya, dalam menggunakan jejaring social seperti facebook dan twitter, kita tak lupa menuliskan status dan isinya beragam, mulai dari berita, keluh kesah, curhat, bahkan tak jarang yang hanya sekedar iseng-iseng belaka. Status yang kita tulis biasanya bertujuan agar orang lain mengetahhui keadaan kita, apakah kita lagi kesal, senang, galau, dimana, dan lagi ngapain. Status itu berarti menulis.
Bagi yang lagi ingin menyatakan cinta pada seseorang, biasanya ia akan lebih menyukai pengungkapan dengan cara surat dari pada dengan kata-kata. Mengapa? karena (pengalaman nih, cie..) pertama, kalau bahasa surat itu lebih bisa terhindar dari gugup dan grogi saat berkata. Kedua, kata-kata yang diungkapkan akan terlihat lebih indah, lebih puitis, dan lebih romantis, karena memang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Surat berarti itu menulis.
Bagi seoarang entrepreneur, promosi adalah hal yang wajib dilakukan untuk mengenalkan produk kita pada calon pelanggan. Ada banyak cara dalam promosi, salah satunya adalah dengan spanduk. Selain dengan alasan penghematan biaya, spanduk juga merupakan alat promosi yang prkatis. Karena bisa dibaca oleh setiap orang yang melihatnya. Dalam spanduk, kita bisa mencantumkan gambar produk kita, semisal, baju, makanan, dan yang lainnya, juga pasti kita akan menuliskan harga, lokasi toko, dan yang jelas keunggulan produk kita. Spanduk berarti menulis.
Di era yang serba modern ini, kita pasti mengenal internet. Karena memang internet kayaknya sudah menjadi barang yang harus diketahui oleh siapapun, terutama anak muda. Kegiatan kita saat ‘ngenet’ itu bisa beragam, mulai dari baca berita, nulis di blog, searching, buka jejaring social, lihat video, dan banyak lagilah. Dan sebagian besar yang kita lakukan saat ngenet itu sudah bisa dipastikan kita membaca, dan tentunya membaca tulisan. Lha yang lagi lihat video, apa hubungannya dengan tulisan? Kayaknya nggak nyambung deh? Eit, tunggu dulu, ada tau. Bukankah ketika kita mencari video, kita selalu menuliskan judulnya? Bukankah begitu? Melihat video di internet itu juga ada hubungannya denga menulis. Berarti ngenet itu juga menulis.
Terkahir, handpone (HP). Walaupun sekarang fitur di HP itu sudah begitu beragam (video, music, dll) , namun hal itu tak bisa menafikan fungsi utama HP, yaitu telepon dan short message service (SMS). Memang terkadang ada sebagian orang yang hanya mefungsikan HP sebagian saja. Kadang hanya telepon, dan kadang juga cuma SMS. Namun ini kan hanya sebagian kecil, yang mayoritas kan kedua-duanya. Kalau telepon sudah jelas, tinggal pencet aja dan pasti akan tersambung, eit.. tapi ingat, agar bisa tersambung, HP kita harus sudah terisi pulsa lho, hehe. Lha kalau sms, ini kan juga menulis. Berarti ‘penggunaan’ HP juga menulis.
Jadi, aktifitas kita saat ini sebagian besar adalah menulis. Dan ini kita lakukan dengan tidak sengaja. Kesimpulannya, berarti setiap orang itu bisa menulis. Masih mau bilang kalau menulis itu sulit? Nyerah aja deh, menulis itu gampang kok. Berarti itu menulis.
(Gunungkidul, Menulis Itu Gampang. 8 Nopember 2012. 06:42 WIB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...