Langsung ke konten utama

Pendaftaran ke Sudan

Dari pada menunggu pendaftaran universitas Al Azhar Mesir yang nggak jelas ada atau nggak, pikir saya saat ini mendingan hadapi aja yang ada di depan mata. Maksudnya, ya jelas-jelas ada kan pendaftaran universitas Afrika Internasional Khamrouk Sudan, yaitu aja yang aku daftari. Eh.....
siapa tahu besok waktu seleksinya lulus, kan bisa buat pengalaman, karena belum tentu juga kalau aku lulus, terus aku positif berangkat ke sana, kan pendaftarannya gratis, alias free.

Lha....kalau dipikir-pikir, ya kalau besok benar-benar ada pendaftaran Al Azhar Mesir, kalau nggak ada??. Itu pikir saya saat ini. Kalau ada ya insyaallah daftar, gitu aja kok repot, hehe.... kalau nggak ada, kan udah punya cadangan ke Sudan.
Menurut informasi yang saya dapatkan, pendaftaran ke Sudan terakhir tanggal 21 April 2011, dan tempat pendaftaran yang paling dekat dari daerah saya (Banyuwangi) yaitu di Surabaya, tepatnya di IAIN Sunan Ampel. Syaratnya pun nggak terlalu sulit kok, hanya mengisi formulir pendaftaran, foto 3x4 dua lembar, fotokopi ijazah/raport (bagi yang belum mempunyai ijazah, masih kelas tiga) yang sudah dilegalisir, ijazah atau raport yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa arab. Semua persayratan dikirim dalam dua rangkap. Itu aja kok.
Awalnya, jika melihat syarat-syarat yang telah saya tulis diatas, pikir saya saat itu, “ahh...itu sih gampang”. Namun, ternyata nggak segampang dengan apa yang saya bayangkan. Kalau saya, paling sulit dan yang masih saya proses yaitu bagaimana menerjemahkan ijazah ke dalam bahasa arab itu. Pikir saya, ijazah kan bisa diterjemahkan sendiri, tinggal minta tolong ke ustad saya, beres. Tapi ternyata, kata teman-teman, guru, dan informasi di internet, nggak segampang itu menerjemahkan ijazah, ada lembaga khusus yang berwenang dalam hal itu, jadi nggak sembarang orang bisa.
Teman saya yang ada di jakarta usul agar saya mencari jasa penerjemah ijazah di internet saja. Ahh.... saya bingung. Udah dulu ya tulisan saya kali ini. Sampai tanggal sagini, saya belum juga menerjemahkan ijazah.
Semoga bisa buat tambahan informasi bagi yang mau membaca.
Cacatan kecil saya tentang proses pendaftaran ke universitas Afrika Internasional Khamrouk Sudan.
*Blokagug, kala pagi hari. Kala diri ini bingung, karena syarat-syarat pendaftaran ke Sudan belum juga beres. (Kantor Itmam (OSIS), 11 April 2011)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...