Langsung ke konten utama

Translate Ijazah

Alhamdulillah, hari ini saya telah berhasil mengirimkan file skenan ijazah untuk diterjemahkan. Saya mengirimkannya ke alamat yang saya dapatkan dari internet. Saya mendapatkan alamatnya dari mbah Google, hehe...), emangnya kakek, kok dipanggil “mbah”. Memang begitulah, sebutan mesin pencari
“Google” di kalangan saya dan teman-teman di pesantren yang saya tempati. Saya buka www.terjemahmu.com, di situ saya mendapati nomer telepon, dan sesegera mungkin saya hubungi. Dan hasilnya memuaskan. Pak Aji, begitulah nama yang tertera di alamat website di atas. Saya telepon beliau, dan beliau menyarankan, agar saya mengirimkan skenan ijazah ke alamat email yang beliau berikan.

“Biayanya berapa pak??” tanya saya ke beliau. Beliau menjawab, “60.000 rupiah perhalaman”. Namun yang masih saya bingungkan, yang dibuat persyaratan itu ijazah halaman muka saja, atau dengan halaman belakangnya sekalian (daftar nilai). “Jadi, kalau sama nilainya, ya 120.000 rupiah” kata beliau kepada saya, setelah saya menanyakan berapa harga kalau sekaligus nilainya. Beliau menambahkan, biasanya klien yang beliau layani juga menerjemahkan dua halaman, halaman muka sekaligus nilainya. Untuk memastikan halaman depan saja, atau sekaligus daftar nilainya (persyaratan pendaftarannya), saya mencoba menghubungi IAIN Sunan Ampel Surabaya. Namun, beberapa kali saya hubungi, nggak diangkat-angkat. Jadi saya memutuskan untuk menerjemahkan 2 halaman sekaligus. Namun, tadi pagi, saya hanya mengirimkan halaman muka saja, untuk halaman belakangya (daftar nilai), rencananya saya kirim nanti.
Untuk masalah pembayaran, pak Aji mengatakan, kalau ntar aja, alamat rekeningnya akan dikirim lewat email.
Setelah saya berbicara panjang lebar dengan pak Aji dengan cukup jelas, saya mencoba menghubungi kakak saya yang sekarang menjadi guru di Tabanan Bali. Apa yang saya bicarakan dengan pak Aji, saya katakan ke kakak saya. Saya minta tolong ke dia agar membantu masalah pembayarannya karena transaksi dilakukan lewat rekening. Maklum, karena saya kan nggak punya rekening.
*Cacatan kecil untuk mengabadikan proses penerjemahan ijazah
(Blokagung, kala sore hari setelah hujan reda. Kantor MKD, 11 April 2011)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Mengenal Kitab Tafsir

Nazhm al-Durar al-Biqa'i KATA PENGANTAR Kepala sama berambut, kecerdasan beda. Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan bahwa isi kepala setiap orang pasti berbeda, meski antar satu dengan yang lainnya memiliki ilmu yang sama atau belajar di tempat yang sama. Hal itu juga berlaku dalam dunia penafsiran. Dan karena juga didukung oleh kecenderungan yang berbeda pula, akhirnya, perbedaan dalam penafsiran adalah hal yang wajar. Dalam makalah ini, dibahas tentang bagaimana tafsir Nazhm al-Durar karya al-Biqa’i. Semoga bisa memberikan gambara—meski sangat singkat dan terbatas—kepada para pembaca. Semoga. Jakarta, 21 Desember 2017    Penulis PEMBAHASAN Biografi Penulis Nama lengkap al-Biqa’i adalah Ibrahim bin Umar bin Hasan al-Ribath bin Ali bin Abi Bakar Abu Hasan Burhanuddin al-Biqa’I asy-Syafi’i. [1] Adil Nuwaihid menyebut nama lengkap al-Biqa’i hanya dengan Ibrahim bin Umar. [2] Lahir pada tahun 809 H. di desa al-Biqa’i, Syiria. Kemudian ia tinggal dan menetap di Damask...

Malam yang Sunyi

Malam ini tak seperti biasanya, gelap gulita karena ada gangguan aliran listrik. Keadaan begitu sepi dan sunyi, seperti sebuah gua yang tak berpenghuni. Terdengar suara teriakan teman teman karena memang ini merupakan malam discount . Bisa jadi suara sorak gembira, namun ada juga yang tak bersuara apapun, karena mungkin mereka telah keburu terlelap tidur. Namun saya yakin, bagi sebagian teman ada yang merasa kecewa, karena tak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.  Tak terasa pada malam ini juga, seseorang yang telah sekitar satu setengah tahun saya kenal telah memasuki usianya yang ke delapanbelas, seseorang yang begitu berarti bagiku. Walaupun usia bertambah, tapi sebenarnya malah berkurang, karena kontrak seseorang di dunia semakin lama semakin berkurang. Sepertinya, tak bisa ku teruskan tulisan saya ini, karena baterai netbook yang saya pakai sudah hamper habis. Wassalam………. Blokagung, 21 juli 2010

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...