Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Pemain Timnas kok Orang Asing

Saya memang bukan pemain bola, tapi apa yang akan saya sampaikan ini berkaitan dengan bola. Saya bukan sok tahu, tapi semoga apa yang saya sampaikan lewat tulisan ini bisa sedikiti memberi pencerahan bagi kita semua. Khususnya bagi dunia per-sepakbola-an negeri ini. Saya tak akan membicarakan masalah bola dan lapagan. Karena memang saya tak faham masalah bola. Saya hanya ingin mengkritisi masalah naturalisasi dalam tubuh tim bola milik pemerintah, semisal Timnas. Setahu saya, kalau yang namanya tim sepakbola Indonesia, maka pemainnya harus asli orang Indonesia. Bukan oranng asing. Lebih tepatnya, orang asing yang tinggal di Indonesia. Pemain timnas, harus lahir dari “rahim” orang Indonesia. Harus berakte kelahiran Indonesia. Harus pernah menghirup udara Indonesia sejak ia lahir. Bukan orang asing yang ke Indonesia ketika ia dewasa. Itu bukan orang Indonesia. Tapi orang yang tiba-tiba berada di Indonesia. Mereka tak penah dididik ala Indonesia. Memang tubuh mereka bagus. Gay...

Kecerdasan Imam Syafi’i

Di zaman Imam Syafi’I, ada perbedaan pendapat antara ulama yang berfaham Sunni dan Mu’tazilah. Ini bukan perbedaan biasa. Perbedaan yang terjadi ini bahkan sampai menimbulkan perpecahan umat Islam yang berujung pada tindakan pembunuhan di kala itu. Kedua kubu ini berbeda pandangan terhadap status al-Qur’an. Ulama Sunni meyakini bahwa al-Qur’an itu qodim (sesuatu yang sudah ada sejak adanya Allah Swt, karena memang al-Qur’an adalah kalam Allah). Sedang ulama Mu’tazilah tidak. Mereka beranggapan bahwa al-Qur’an itu hadist (baru). Untuk menyebarkan keyakinannya tentang al-Qur’an ini, ulama Mu’tazilah bekerja sama dengan pemerintah saat itu. Mereka menangkap semua ulama Sunni yang tak mau meyakini bahwa al-Qur’an itu haidst. Setelah ditangkap, ada yang kemudian dipenjara, dan ada pula yang langsung dibunuh. Hingga pada puncaknya, semua ulama Sunni dipanggil untuk mengahadap raja/penguasa saat itu. Mereka ditanya satu persatu bagaimana pandangan mereka terhadap al-Qur’an. Merek...

Nggak Hanya Es Saja yang Campur, Tulisan Juga

Bismillahirrahmanirrahim... Di awal bulan agustus ini, saya mempunyai komitmen untuk bisa menulis setiap hari. Minimal satu tulisan sehari. Panjangnya relatif. Kalau pas ada waktu atau pas pikiran fresh, bisa dua sampai tiga halaman. Tapi, kalau lagi galau, ya mungkin hanya satu halaman, atau malah juga bisa setengah halaman. Semoga Allah merestui. Bagi saya, menulis adalah sesuatu yang

Tentang Blog Ini

Hanya sebuah kumpulan tulisan biasa. Bisa dianggap penting. Bisa juga tidak. Terserah yang menilai. Kalau para pembaca ingin “Copy Paste” atau biasa di sebut “Copas”, silahkan saja. Dengan catatan, “Tetap memperhatikan etika Copas”.

Pelajaran Sejarah

Seorang guru perempuan sedang mengajar pelajaran sejarah di sebuah Sekolah Dasar. Di tengah-tengah mengajar, guru itu bertanya kepada Udin, salah seorang muridnya yang terkenal nakal dan sangat bodoh. “Udin, kita sedang belajar pelajaran apa?,” tanya Bu guru tegas. “Apa Bu ya,

Mengkaji Al-Misbah, Santri BQ Menggunakan Proyektor

Selain belajar menggunakan presentasi makalah, perkuliahan di Pondok Pesantren Bayt al-Quran (PPBQ)   Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten angkatan 10, juga menggunakan metode presentasi langsung via proyektor/infocus. Yang menggunakan metode ini adalah pelajaran “Kajian Tafsir Al-Misbah”. Pelajaran ini diadakan rutin pada setiap ahad dan rabu malam. Ahad (30/11) kemarin,

Menulis, Kebahagiaan, dan Musyawarah

Beberapa hari yang laau saya membuat kesepakatan dengan seorang teman untuk menulis buku bersama. Kesepakatan telah disepakati dan sisetujui. Termasuk deadline dan pembagian tugasnnya. Dia juga telah membuat kisi-kisinya. Juga telah dibagi mana bagianku dan mana bagiannya. Saya meminta bagian tulisan yang hanya berkaitan dengan agama. Denngan kata lain, yanng berkaitan dengan dalil-dalil dan nonfiksi. Bukan yag bersifat

Mengapa Harus PETA?

Saya punya ide, suatu saat kalau saya diminta atau ingin menamai sebuah majalah dinding (mading), akan saya namai PETA. Apa itu PETA? Mengapa namanya PETA? Pasti pertanyaan-pertanyaan itu yang berkecamuk di kepala para pembaca sekalian. PETA adalah singkatan dari kata “Pena” dan “Tinta”. Tau sendiri kan manfaat dari dua benda itu?. Pena adalah suatu alat yang digunakan untuk

Kabinet Jokowi dan Tulisan “Mbulet” Saya

Akhirnya kabinet Jokowi sudah jadi. Kabinet yang ditunggu-tunggu oleh seluruh warga negeri ini. Semoga kabinet yang tebrntuk ini benar-banr menjadi kabinet yang bersih. Yang serius dalam memperjuangkan hak-hak dan kepentingan rakyat. Bukan kabinet yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri, partai, dan kelompoknya. Dengan nama kabinet kerja, saya yakin pak Jokowi

Indonesia, Islam, dan Pesantren

Indonesia adalah salah satu negara dengan po pulasi Muslim terbesar di dunia. Meski demikian, Indo ne sia bukanlah negara Islam. Islam bisa membumi di bumi pertiwi ini, salah satunya adalah karena peran pesantren. Pesantren punya andil besar dalam hal ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pesantren diartikan sebagai asrama tempat santri atau tempat murid-murid mengaji. Dalam praktiknya,

Catatan di Tahun Baru HIjriyah 1436 H

Malam ini, setahun yang lalu, saya memberikan ceramah agama kepada teman-teman dan adik-adik saya di Pondok Pesantren Al-Juhar (PPAJ) Tlepok Semin Semin Gunungkidul Yogyakarta, sebuah pesantren yang merupakan cabang dari Pondok Pesantren Sunan Padanaran (PPSPA) Sleman Yogyakarta. Saat itu santrinya masih sekitar 250 orang.

Dakwah Lewat Budaya, Kenapa Tidak?

Islam memang bukan agama budaya. Tapi islam juga tidak melarang budaya berlaku d tengah-tengah masyarakat. Dengan catatan, budaya itu tidak bertentangan dengan ajaran islam. Budaya adalah warisan setiap daerah, desa, ataupun negara. Itu menjadi hak dan ciri khasa masing-masing daerah. Juga, budaya itulah yang akan menunjukkan

Catatan Kecil tentang Pak Jokowi

Antusias warga dalam meyambut pelantikan jokowi menunjukkan bahwa rakyat menaruh harapan besar pada pemerintahan Jokowi 5 tahuh mendatang. Juga, mungkin rakyat sudah mendambakan kemerdekaan yang sebenarnya. Kemerdekaan di dalam segala bidang. Kemerdekaan yang dimiliki bangsa ini secara utuh. Bukan setengah-setengah. Rakyat mungkin merasa kurang puas dengan pemerintahan sebelumnya. Walaupun tidak bisa kita pungkiri bahwa pemerintahan SBY juga sudah

“ATM” dan Hobi

Setelah sekian lama saya nggak nulis, kali ini saya ingin nulis lagi. Nggak tau mengapa, kok bisa ingin lagi. Memang sifat menusia itu mudah bosan.   Sebenarnya saya juga nggak   tau apa yang akan saya tulis kali ini. Yang ada dibenakku adalah “hanya” saya pokoknya harus nulis. Walaupun pada dasarnya, keberadaanku disini juga tak bisa lepas dari yang namanya tulis-menulis. Namun saya kurang bisa menikmati (dalam hal tujlis menulisnya tentunya). Karena apa yang saya tulis adalah tulisan dalam bentuk makalah. Pasti anda juga tau sendiri kan, makalah itu bahasannya kaku, harus resmi, dan penuh dengan aturan. Dan itu, bagiku, kurang baik bagi orang yang baru bersemangat untuk menulis. Seperti saya. *** Sudah jamak diketahui bahwa dalam dunia kekreatifitasan kita mengenal singkatan ATM (Ambil, Tiru, dasn Modifikasi). Dan ini berlaku untuk semua bidang.

“Sastra”, Gimana Menurut Sampeyan??

“Sastra itu bebas, tak punya aturan dan tak boleh diatur”. Ya......kira-kira itulah yang saya rasain ketika pertama kalinya berkenalan dengan makhluk yang namanya “sastra”. Bebas dalam artian bisa bertajuk apapun, temanya bebas. Mau politik, agama, cinta, jeritan hati, atau yang lainlah. Gimana menurut sampeyan?

Lika Liku Translate Ijazah

Hari ini menjadi hari yang menyebalkan bagi saya, namun saya yakin, dibalik ini semua pasti ada rahasia yang akan diperlihatkan oleh Allah kepada saya. Saya tak sabar ingin menuliskannya, agar apa yang saya alami hari ini bisa terdokumentasikan dalam bentuk tulisan. Begini ceritanya........

Translate Ijazah

Alhamdulillah, hari ini saya telah berhasil mengirimkan file skenan ijazah untuk diterjemahkan. Saya mengirimkannya ke alamat yang saya dapatkan dari internet. Saya mendapatkan alamatnya dari mbah Google, hehe...), emangnya kakek, kok dipanggil “mbah”. Memang begitulah, sebutan mesin pencari

Pendaftaran ke Sudan

Dari pada menunggu pendaftaran universitas Al Azhar Mesir yang nggak jelas ada atau nggak, pikir saya saat ini mendingan hadapi aja yang ada di depan mata. Maksudnya, ya jelas-jelas ada kan pendaftaran universitas Afrika Internasional Khamrouk Sudan, yaitu aja yang aku daftari. Eh.....

Lunglai

tinggi derajat tinggi itu kini telah mulai sirna terbawa angin barat yang kian mendera kita lunglai kita tak berdaya dibuatnya…… bagai tergerus ombak deras yang kian membanjiri kota blokagung, 01 april 2011 kantor MKD

Nomer Telepon untuk Al Azhar

Hari ini saya sibuk mencari nomer telepon seorang teman yang telah pulang dari mesir. Dia pulang karena ikut proses evakuasi pasca demo besar-besaran menuntut turunnya presiden husni mubarak setelah 30 tahun berkuasa di negeri piramid itu. Tujuan saya mencari nomer telepon temen saya itu karena saya ingin bersilaturrahmi ke rumahnya. Jadi, ingin saya membuat janji dulu, biar entar kalau saya jadi berkunjung ke rumah teman saya itu, dia benar-benar ada di rumah. Memang, sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) dulu, saya bercita-cita ingin melanjutkan studi saya di negeri nabi musa itu. Entah apa alasannya, sehingga saya menjatuhkan pilihan untuk menuntut ilmu di negeri yang baru saja terjadi demo besar-besaran itu. “Cak Bis gak nduwe hud…” kata salah seorang teman saya. Itu adalah pemberitahuan teman saya kepada saya karena memang saya sudah dari kemarin ingin mencari nomer teman saya itu. “Cak Bis” adalah teman saya juga yang juga pulang dari Mesi...

Mana Pengabdian Kita?

Hari ini, seperti biasanya setiap hari jumat, pesantren libur. Mulai dari tadi malam sampai nanti menjelang petang nggak ada kegiatan yang bersifat resmi dan mengikat. Yang ada hanya kegiatan ekstrakulikuler, itupun hanya bagi mereka yang mau saja, yang tidak mau mau ngapapin aja ya terserah, asalkan tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Karena tak ada kegiatan, saya berencana untuk ke kantor redaksi. Kamar saya di asrama Al Hikmah yang biasanya ada kegiatan saja, jumat kali ini juga tidak ada kegiatan sama sekali, mungkin masih belum konsen pasca liburan maulid kemarin. Secara tidak sengaja, tiba-tiba terlintas dalam hati saya, “ini salah siapa ya….kok sampai tidak ada kegiatan, tapi yang jelas ini salah santri yang besar karena tak mengurusi teman-temannya yang masih baru dan yang kecil”. Dan ini yang akan menjadi bahan tulisan saya kali ini. Budaya yang telah berlaku di pesantren adalah bagi siapa yang sudah lama di pesantren, maka harus membantu tem...

Kau, Aku

Hari ini berbeda Tak seperti dulu Ku telah bertemu dia Telah mengenalnya Mencintainya Mengenalnya Kau adalah kau Dan aku adalah aku Dulu adalah kisah esok adalah harapan Kita hadapi saja apa yang kan terjadi Semua kan baik-baik saja Kau…. Aku…. Masjid Ar-Roudloh Lantai II 01.24 WIS el_yasmin

Pesan Admin Beberapa Jam sebelum Blogshop di Malang Dimulai

Sebelum acara blogshop kompasiana di malang dimulai hari ini, alhamdulillah saya sudah bisa tiba di kota pelajar malang setengah hari sebelumnya, tepatnya sejak sore kemaren (sabtu sekitar pukul 16.00 wib). namun tadi malam ada satu hal yang membuat saya agak risih, yaitu ketika saya buka dashboard lapak kompasiana saya, ada pesan masuk yang datangnya dari admin, seperti ini:

Pembentukan Pengurus BQ ‘10

Tadi malam, di bayt al-Qur’an diadakan pemilihan pembntukan pengurus untuk angkatan ke 10. Kegiatan pemungutan suara ini dimulai setelah isya’, sekitar pukul 19.45 WIB, dan bertempat di aula BQ. Datang terakhir, saya mengambil tempat duduk di belakang. Karena memang untuk kali ini saya pengen duduk di belakang. Takutnya,

Sleman Yogyakarta

Alhamdulillah, saya hari ini udah nyampek Jogja. Saya berangkat ke Jogja kemaren pagi, sekitar jam 07.00 WIB. Perjalanan ke Jogja saya kali ini merupakan perjalanan saya yang pertama. Saya sangat bersyukur sekali karena pas di stasiun Stail saya bertemu dengan Farih, seorang temen yang rumahnya dekat pesantren Blokagung (tempat saya belajar) dan sekarang sedang kuliah di UGM jurusan sastra arab.

Akibat Gonta-Ganti Tanda Tangan

Barusan aku saya dari Condong Catur Sleman, dari rumah kontrakannya teman. Pas mau ke kosnya teman saya satunya lagi, ternyata dia lagi nggak ada di kos, lagi di kampus, ada ujian. Ya terpaksa harus nunggu dulu deh. Pikir saya, dari pada nunggu, mending cari warnet aja, sekedar browsing lah..... Pas mau cari warnet, eh...lha kok ngelihat toko buku yang berada di sekitar UIN Sunan Yogyakarta. Ingin saya sih, mau cari buku, eh....lha kok ngelihat bank mu'amalat, Pas, saya kan kemaren mau buka rekening di bank yang menggunakan akad islam itu. Saya masuk dan dilayani oleh petugasnya. Tadi pas, suruh ngisi kolom tanda tangan, ternyata tanda tangan saya harus sama dengan yang ada di KTP, kan tanda tangan saya sudah saya ubah beberapa bulan lalu. Ya...harus ngulang, Untung nggak harus ngulang ngisi biodatanya, cukup tanda tangan di samping tanda tangan yang awal tadi, tanda tangan yang salah tadi. Itu belum seberapa, pas saya diminta untuk ngisi tanda tanga...

Sory Banget kalo Aku Jarang Nulis

Maaf pren, kalo aku jarang nulis. Coz, aku sekarang memasuki dunia baru yang amat berbeda dengan duniaku sebelumnya. Aku jarang megang komputer, jadi ya jarang nulis. Sebenarnya aku pengen aktif nulis di kompasiana, tapi inilah duniaku sekarang, kawah condrodimuko. Sory banget ya.... Sleman, 28 Juli 2011

Berarti Itu Menulis

Biasanya, dalam menggunakan jejaring social seperti facebook dan twitter, kita tak lupa menuliskan status dan isinya beragam, mulai dari berita, keluh kesah, curhat, bahkan tak jarang yang hanya sekedar iseng-iseng belaka. Status yang kita tulis biasanya bertujuan agar orang lain mengetahhui keadaan kita, apakah kita lagi kesal, senang, galau, dimana, dan lagi ngapain. Status itu berarti menulis. Bagi yang lagi ingin menyatakan cinta pada seseorang, biasanya ia akan lebih menyukai pengungkapan dengan cara surat dari pada dengan kata-kata. Mengapa? karena (pengalaman nih, cie..) pertama, kalau bahasa surat itu lebih bisa terhindar dari gugup dan grogi saat berkata. Kedua, kata-kata yang diungkapkan akan terlihat lebih indah, lebih puitis, dan lebih romantis, karena memang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Surat berarti itu menulis. Bagi seoarang entrepreneur, promosi adalah hal yang wajib dilakukan untuk mengenalkan produk kita pada calon pelanggan. Ada banyak car...

Makan Sahurlah Walaupun Sedikit

Puasa merupakan rukun islam yang ke empat yang harus dilaksanakan bagi semua umat islam yang telah memenuhi syarat. Puasa adalah mengekang hawa nafsu dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (semisal makan, minum, bersetubuh, dan lain-lain) yang dimulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Dalam puasa kita disunahkan untuk melakkukan makan sahur, yaitu makan yang kita kerjakan sebelum dimulainya puasa (terbit fajar), dan ini hukumnya sunah. Saya selalu menyempatkan diri untuk ‘bisa’ dan ‘mau’ makan sahur. Alhamdulillah sampai hari ini, hari ke dua puluh sembilan ini seingat saya, saya tidak pernah tidak makan sahur. Saya selalu menyempatkan walaupun hanya sedikit. Tadi saya bangun jam tiga, namun karena masih ngantuk dan waktu masih ‘panjang’, akhirnya saya tidur lagi, hehe... Setelah agak puas tidur yang kedua kalinya, salah satu teman saya membanggunkan saya (saya kan tinggal di pesantren, jadi ya banyak teman), “Hud, udah sahur belum..??” Mend...

Berkat Kompasiana, Saya Dapat Rp. 2 Juta

Di awal tulisan ini, akan saya menjelaskan bagaimana perkenalan saya dengan media sosial Kompasiana. Dulu, sewaktu belajar di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi Jawa Timur, sekitar tahun 2008, saya punya teman, namanya Bisri Ichwan. Saat itu (dan sampai sekarang) Cak Bis, panggilan akarabnya, hidup di Mesir, kuliah di univetsitas Al Azhar Kairo Mesir. Saat itu, setiap saya melihat statusnya di facebook, saya selalau melihat ada tautan di situ, dan tautan itu adalah tulisannya di kompasiana. Saya memang tertarik dengan dunia luar negeri, apalagi Mesir. Sekedar menambahkan, saya dulu juga pernah mengikuti seleksi beasiswa kuliah di sana, tapi, belum takdirnya untuk lulus. Karena memang saking senangnya dengan Mesir, saat itu saya selalu hampir tak pernah ketinggalan membaca tulisan teman saya itu. Alasannya sepele: karena selalu ‘berbau’ Mesir. Itu saja. Dan itulah yang membuat saya tau akan keberadaan Kompasiana. Dan, setelah saking seringnya membaca tu...

Pasrah

Malam ini Tak seperti biasanya Tak ada lagi ayah dengan candanya Tak ada ibu dengan ceritanya Ya ada hanya sepi semata Gundah nan menyayat Harus kemanakah diri ini?? Jalan masih panjang Hambatan sudah pasti menghadang Hanya berharap pada yang di atas sana Sang pencipta alam semesta Terserah engkau ya rabb.. Akan engkau kemanakah diri ini

Catatan dari Pojok Pendopo

Tak seperti biasanya. Malam ini, malam minggu yang ramai. Biasanya malam minggu spt ini, adik2 tingkat sekolah sedang belajar. Mempersiapkan pelajaran untuk hari esok. Maklum, di pesantren saya saat ini, pondok pesantren Al Jauhar, hari minggu sekolah. Tidak libur. Hari jumatlah yang menjadi gantinya. namun, untuk malam ini, malam minggu langka. Mengapa? Karena mereka sedang pada ujian. Ujian akhir semester. kalau uas peraturannya spt sekolah pada umumnya. Hari minggu libur. hari jumat sekolah. Ini karena soal ujian langsung dari kabupaten. Jadi harinya pun juga harsu ikut kabupaten. berhubung libur, kegiatan mereka pun ''nafsi2'' alias sendiri2, alias terserah. Ada yang mengaji, ngobrol, belanja di angkringan, dan bnyak lg pokoknya. tulisan ini saya tulis di pendopo pesantren. Pendopo yang menjadi sentral kegiatan. saya menyebut mereka adik2 karena mereka lebih muda ketimbang saya. itu dari segi umur. Dari segi yang lain, yang banyak lah pokoknya. Ini du...

''Sakti'' di Era Globalisasi

Sakti. Saya yakin semua orang pengen jadi sakti. Namun, saat ini, sakti sdh tdk bs d tafsirkan sbg org yg hebat fisiknya. Tahan bacok, peluru, atau sjnisnya. Kata org jawa: ''Papak paluning pande. Ditembak lakak2. Dibedil mencicil''. Sakti, di era globalisasi ini, sudah tdk lg spt itu. Sekarang, orang disebut sakti kalo pintar. Punya titel pendidikan berderet-deret. Jabatannya tinggi. Uangnya banyak. Punya pengaruh di masyarakat. Itulah sakti sesungguhnya saat ini. Mengapa terjadi perbedaan tafsir? Ya karena zamannya sudah berbeda. Sudah tidak lagi spt dulu. Kalau dulu, orang diresahkan dengan adanya pencuri. Penjambret. Perampok. dan seluruh kejahatan fisik lainnya. Sehingga mau tak mau, suka ak suka, orang yang hidup di zaman itu harus mengimbanginya. Harus punya ilmu kanuragan yang cukup. Harus bisa menghilang. Harus tahan bacok. Harus bisa berjalan di atas air. Dan sederet kata ''harus'' laiannyya. Sekitar tahun 1998, di tanah kel...

Pendidikan: Banyak Jalan Menuju Faham

Banyak jalan menuju roma. Banyak pula jalan menuju faham. Beberapa hari yang lalu. Saya ke Banyuwangi. Menjenguk ayah yang sedang sakit. Dalam kesempatan itu, saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren Darussalam Blokagung. Sekedar bertemu dengan teman2 yang masih disana. Melepas rindu. Tukar pengalaman. Di sana, saya bertemu sahabat saya, Tiar. Saat ini dia menjadi abdi dalem di salah satu pengasuh pesantren Darussalam. Dia bercerita bahwa tahun lalu dia menerapkan model pembelajaran nahwu yang unik. Kreatif. Inofatif. Dan tentunya praktis. Kebetulan tahun lalu, ia mengajar pelajaran nahwu. Nahwu adalah grammar-nya bahasa arab. Satu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Teman saya itu, di kelasnya, membuat metode pengajaran nahwu yang sedikit berbeda dengan konsep dan sistematika yang ada di kitab-kitab salaf (kutubut turots). ''Pembagian i'rab yang begitu banyaknya itu saya bagi menjadi 10 bagian'' katanya. Dalam pel...

Pembukaan Bayt al-Qur’an

Hari ini adalah hari pembukaan Pondok Pesantren Bayt al-Qur’an, salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Pusat Studi al-Qur’an, asuhan Prof. Dr. Quraish Shihab. PP. Bayt al-Qur’an kali ini adalah yang ke-10. Kali ini, pembukaan pesantren yang beralamatkan di Pondok Cabe Tangerang Selatan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pembukaan tahun ini, dibarengkan dengan berbagai jenis kegiatan lainnya, yaitu: pembukaan Halaqoh Tafsir, PPL mahasiswa semester akhir IAIN Surakarta yang ke-2, dan program Pendidikan Kader Mufassir (PKM) ke-10. Dimulai sejak pukul 09.30 WIB, acara diawali dengan pembacaan “Murottalul Qur’an”, atau dalam bahasa jawa disebut dengan “Nderes Qur’an”. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan asma’ul husna. Barulah setelah itu, dimulailah acara halaqoh tafsirnya. Halaqoh tafsir ini adalah acara yang majelis taklim yang kebanyakan dihadiri oleh ibu-ibu. Walalupun begitu, juga ada ada peserta yang dari bapak-bapak, namun jumlahnya cuma sa...

Lebaran: Different Pound, Different Fish

Lebaran di Indonesia dirayakan dengan berbagai macam cara. Ada yang saling silaturrahim. Ada yang jalan-jalan ke tempat wisata. Ada yang hanya sungkem kepada orang tua. Tapi ya itulah Indonesia, bermacam-macam tapi tetap satu jua. Di daerah saya, Banyuwangi, lebaran dirayakan dengan cara saling ngelencer -satu makna dengan silaturrahim. Tradisi ngelencer ini, biasanya sudah dimulai sejak selesai sholat idul fitri. Yang berlaku di daerah saya, hari pertama silaturrahim ke para tetangga. Kanan kiri rumah. Walaupun hanya ke tetangga, tapi ya bisa menghabiskan waktu seharian full . Ya maklum lah, la wong namanya   tetangga. Malah, karena saking banyaknya tetangga yang harus dilenceri, biasanya tembus sampai larut malam. Biasanya silaturrahim di daerah saya, terakhir open house-meminjam istilah para pejabat-jam sembilan malam. Namun, untuk hari pertama ini, terkadang juga ada yang berbeda. Misalnya, kalau kepada orang yang lebih tua-orang tua, nenek, atau yang lainnya-wa...